TIDORE KEPULAUAN — Ratusan meter saluran air di Desa Tului, Kecamatan Oba, kini kembali mengalir lancar setelah digarap oleh mahasiswa dan warga setempat. Pembersihan selokan itu menjadi agenda utama mahasiswa KKSD kelompok 3 UMMU yang tengah menjalani masa pengabdian di desa tersebut.
Koordinator KKSD Desa Tului, Mohammad Eko Duhumona, mengatakan kegiatan ini bukan sekadar bersih-bersih rutin. Pembersihan saluran air dilakukan sebagai langkah pencegahan ketika curah hujan tinggi, sekaligus merawat lingkungan dan membangun kesadaran masyarakat.
“Ini merupakan bagian dari bentuk kepedulian terhadap lingkungan serta upaya menghadirkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman,” kata Eko.
Kepala Desa Tului, Rusli Kubais, mengapresiasi langkah nyata mahasiswa UMMU. Menurutnya, kegiatan tersebut selaras dengan program pemerintah desa untuk menjaga lingkungan tetap baik. Rusli menilai inisiatif mahasiswa merupakan kontribusi positif bagi kemajuan desa.
“Tanpa dorongan dari pihak luar dan kesadaran masyarakat, serta dukungan dari pemerintah desa, upaya untuk menjaga kebersihan kampung akan sangat susah dilakukan,” ujarnya.
Eko berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak lagi membuang sampah secara sembarangan. Kebiasaan tersebut selama ini dinilai menjadi penyebab utama tersumbatnya saluran air dan berisiko menimbulkan genangan saat hujan deras.
Kegiatan kerja bakti itu berlangsung lancar dan mendapat partisipasi aktif dari sejumlah warga. Program pengabdian mahasiswa KKSD UMMU sendiri masih akan berlanjut di beberapa desa lain di Maluku Utara hingga akhir Juni mendatang.