MALUKU UTARA — Pengurus Kabupaten (Pengkab) Indonesia Esports Association (IESPA) Tuban periode terbaru resmi dilantik di Ruang Rapat Paripurna Gedung DPRD Tuban, Minggu (30/8/2026). Yudha Satria Aditama ditunjuk sebagai Ketua Umum, dan pelantikan langsung dipimpin oleh perwakilan Pengurus Cabang IESPA Jawa Timur.
Yang menarik, organisasi ini tidak menunggu seremoni selesai untuk membuktikan kapasitasnya. Sehari sebelum pelantikan, IESPA Tuban sudah menggelar kompetisi regional yang berlangsung dua hari dan melibatkan peserta dari luar kota.
Daftar Game dan Jumlah Peserta Turnamen IESPA Tuban
Kompetisi ini mempertandingkan empat judul game populer dengan total partisipasi lebih dari 500 atlet. Berikut rincian kategori dan jumlah peserta yang tercatat:
- Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) — 50 tim
- Free Fire — 64 tim
- E-Football — 64 pemain
- PUBG Mobile — 40 tim
Antusiasme terbesar terlihat di kategori Free Fire dan E-Football yang masing-masing menarik 64 peserta. Yudha mengonfirmasi bahwa total keseluruhan atlet yang turun mencapai angka 500 lebih.
Peserta dari Luar Tuban Dominasi Kejuaraan Perdana
Turnamen ini tidak hanya diikuti tim lokal Tuban. Sejumlah kabupaten dan kota tetangga di Jawa Timur turut mengirim wakilnya, seperti Bojonegoro, Lamongan, Gresik, Surabaya, Kediri, hingga Mojokerto. Ini menandakan ekosistem esports di jalur pantura dan sekitarnya mulai terhubung.
Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Tuban, Arif Handoyo, yang hadir dalam pelantikan, menyoroti capaian ini sebagai sesuatu yang jarang terjadi.
"Ini luar biasa. Baru dilantik sudah bisa menyelenggarakan kompetisi yang pesertanya tidak hanya dari Tuban, tetapi juga dari berbagai daerah," ucap Arif.
Fokus Pembinaan Atlet Usia Dini
Kehadiran IESPA Tuban di bawah komando Yudha diharapkan menjadi wadah pembinaan atlet usia dini yang berkelanjutan. Dengan struktur organisasi yang baru dan pengalaman menyelenggarakan event berskala regional, target berikutnya adalah melahirkan talenta yang siap bersaing di level provinsi dan nasional.
Keberhasilan menarik ratusan peserta di awal masa bakti ini menjadi modal penting untuk membangun kompetisi berkala yang lebih besar ke depannya. Bagi pemain di Tuban dan sekitarnya, ini adalah sinyal positif bahwa panggung kompetitif resmi kini semakin dekat dengan rumah.