MALUKU UTARA — Keputusan itu diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, di Gedung Serba Guna Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas. Musyawarah internal sembilan kiai anggota AHWA berlangsung tertutup di Ndalem Kasepuhan pada pukul 06.20 hingga 07.00 WIB.
"Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khodmah 2026-2031," kata Kiai Anwar membacakan keputusan AHWA.
Perolehan Suara dan Mekanisme Penetapan
Berita acara penetapan Gus Kikin ditandatangani sembilan kiai anggota AHWA. Mereka adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar, KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj, dan KH Abun Bunyamin.
Gus Kikin memperoleh 472 suara dari muktamirin, mengungguli KH Zulfa Mustofa yang meraih 262 suara, KH Abdussalam Sochib 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin 155 suara. Sebelum pencalonan, ia telah menerima mandat resmi dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.
Jejak Kiai Sepuh dan Arah Kepemimpinan Baru
Lahir 17 Agustus 1958, Gus Kikin merupakan cicit Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari, pendiri NU. Ia memimpin Pondok Pesantren Tebuireng setelah pamannya, KH Salahuddin Wahid, wafat pada 2020, dan kini menjabat Ketua PWNU Jawa Timur periode 2024-2029.
Gagasan utama yang diusung dalam pencalonannya adalah penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU. Kepemimpinannya akan menentukan arah organisasi keagamaan terbesar di Indonesia itu untuk lima tahun ke depan.