MALUKU UTARA — Turnamen level International Challenge yang berlangsung di Pontianak itu menjadi panggil pembuktian bagi pemain-pemain pelatnas. Wahyu Agung Prasetyo/Pulung Ramadhan membuka pundi-pundi gelar lewat sektor ganda putra usai menaklukkan rekan senegaranya, Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan/Patra Harapan Rindorindo, dengan skor 22-20 dan 21-15.
Kemenangan ini terasa spesial karena terjadi di hadapan publik sendiri. Partai sesama wakil Indonesia itu berlangsung sengit di gim pertama, sebelum Wahyu/Pulung yang berstatus unggulan ketujuh mampu mengambil alih kendali permainan di gim kedua.
Dejan/Apriyani Menang Tiga Gim yang Menegangkan
Gelar kedua lahir dari sektor ganda campuran. Dejan Ferdinansyah/Apriyani Rahayu membutuhkan pertarungan tiga gim yang melelahkan untuk menundukkan pasangan Taiwan, Sheng-Ming Lin/Liang Ching Sun, dengan skor 19-21, 27-25, 21-19.
Poin kunci terjadi di gim kedua. Sempat tertinggal dan nyaris kalah, Dejan/Apriyani menyelamatkan beberapa game point sebelum akhirnya memenangkan gim tersebut lewat angka 27-25. Kemenangan dramatis itu langsung mengangkat mental mereka di gim penentu.
Richie Duta Richardo Sempurnakan Sapu Bersih Tiga Gelar
Gelar ketiga sekaligus penutup manis datang dari sektor tunggal putra. Richie Duta Richardo yang merupakan unggulan kedua berhasil mengalahkan wakil India, Ginpaul Sonna, lewat pertarungan dua gim ketat dengan skor 24-22 dan 21-19.
Kemenangan Richie ini memastikan Indonesia tidak hanya unggul dalam jumlah gelar, tetapi juga menunjukkan dominasi di sektor-sektor yang menjadi andalan. Ketiga finalis tunggal putra yang merupakan pemain muda, diharapkan bisa terus berkembang di level yang lebih tinggi.
Modal Berharga Menuju Indonesia Masters Super 100
Kabid Binpres PP PBSI Eng Hian menyambut positif pencapaian ini. Ia menilai keberhasilan tiga gelar tersebut bukan kebetulan, melainkan hasil dari kesiapan pemain dalam memanfaatkan peluang yang ada di turnamen kandang.
“Kita patut bersyukur Indonesia bisa meraih tiga gelar juara di turnamen ini. Hasil ini menunjukkan bahwa para pemain kita mampu tampil kompetitif dan memanfaatkan kesempatan yang ada dengan baik,” ujar Eng Hian dalam keterangan tertulis yang diterima tvrinews.com, Senin (31/8).
“Tentunya ini menjadi modal positif untuk menghadapi turnamen berikutnya,” sambungnya.
Perhatian kini beralih ke Indonesia Masters 2026 level Super 100 yang juga akan digelar di Pontianak. Eng Hian menegaskan target berikutnya bukan sekadar mempertahankan performa, melainkan tampil lebih konsisten dan kembali merebut hasil maksimal di hadapan publik Kalimantan Barat.
“Harapannya, di Indonesia Masters 2026 level Super 100, para pemain Indonesia bisa kembali menunjukkan performa terbaik, bermain lebih konsisten, dan tentunya meraih hasil yang maksimal di hadapan dukungan masyarakat Pontianak,” ucap Eng Hian.