MALUKU UTARA — Rencana pemerintah memperpanjang tenor KPR FLPP dari maksimal 30 tahun menjadi 40 tahun disambut positif perbankan. BTN menilai kebijakan yang tengah disiapkan Komite Tapera ini bakal mengubah peta keterjangkauan hunian bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.
Nixon menjelaskan, dengan tenor yang lebih panjang, beban angsuran bulanan bisa ditekan signifikan. Simulasi awal menunjukkan cicilan dapat turun ke kisaran Rp700 ribu hingga Rp800 ribu per bulan, nominal yang jauh lebih ringan dibanding skema konvensional saat ini.
"Kalau ini terjadi, angsurannya bisa antara Rp700.000–Rp800.000. Itu murah sekali buat masyarakat yang tadinya masuk kelompok desil 4–5, sehingga bisa ikut membeli rumah ke depannya," ujar Nixon dalam keterangan resminya, Jumat (28/8/2026).
Cicilan Ringan di Awal, Menyesuaikan Penghasilan
Strategi ini tidak sekadar memanjangkan waktu pembayaran. BTN juga mendorong skema bunga ringan di periode awal kredit, sehingga masyarakat yang sebelumnya tidak bankable bisa mulai memiliki rumah lebih cepat.
Nixon mencontohkan, debitur dapat menikmati angsuran rendah selama tiga hingga lima tahun pertama. Setelah itu, cicilan akan menyesuaikan dengan kapasitas finansial yang diharapkan sudah membaik seiring kenaikan penghasilan.
"Kita membuat keterjangkauan dulu, supaya orang yang tadinya tidak bankable bisa menjangkau dengan cara memanjangkan tenor kredit. Kemudian bunga dibuat lebih ringan di depan. Nanti penghasilannya naik dan bisa catch up dengan angsuran normalnya. Tapi itu membutuhkan waktu tiga, empat, sampai lima tahun," jelas Nixon.
Menurutnya, pendekatan ini penting untuk menjawab tantangan generasi muda yang ingin memiliki rumah di usia produktif, tetapi terbentur kemampuan finansial awal.
Menunggu Implementasi Skema
Meski peluangnya terbuka lebar, BTN masih menunggu kesiapan teknis dari pemerintah sebelum skema tenor 40 tahun ini dipasarkan ke masyarakat. Regulasi dan mekanisme pendanaan dari Komite Tapera menjadi prasyarat utama yang harus rampung lebih dulu.
Sambil menunggu, BTN bersama Danantara dan bank-bank Himbara terus menggenjot penyaluran KPR melalui Danantara Housing Expo (DHE) 2026. Dalam program tersebut, BTN menawarkan bunga KPR mulai 2,75 persen dengan tenor hingga 30 tahun.
Langkah ini sejalan dengan target pemerintah mempercepat kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Dengan kombinasi tenor panjang dan bunga kompetitif, diharapkan backlog kepemilikan rumah nasional dapat ditekan secara bertahap.
Sebagai bank yang fokus pada pembiayaan perumahan, BTN memegang peran kunci dalam ekosistem ini. Keberhasilan skema FLPP baru nantinya akan menentukan seberapa cepat masyarakat kelas menengah bawah bisa mengakses hunian layak.