MALUKU UTARA — Keputusan itu diumumkan langsung oleh Honda Motor Co., Ltd. melalui keterangan resmi yang dikutip Medcom.id. Penutupan ini menandai berakhirnya era penjualan roda empat Honda di Negeri Ginseng setelah lebih dari dua dekade beroperasi. Honda Korea sendiri mulai menjual sepeda motor pada 2002 dan baru merambah segmen mobil pada Mei 2004.
Alih-alih keluar total, Honda justru mempertegas komitmennya di pasar sepeda motor Korea Selatan. Perusahaan menyatakan akan menghadirkan produk roda dua yang lebih kompetitif serta meningkatkan kualitas layanan dan pengalaman pelanggan. Saat ini, portofolio motor Honda Korea mencakup PCX125, Super Cub, FORZA350, ADV350, FORZA750, dan CBR600RR.
Langkah ini masuk akal mengingat sejarah Honda Korea yang justru lahir sebagai perusahaan sepeda motor. Pada Oktober 2001, perusahaan berdiri dengan nama Honda Motorcycle Korea Co., Ltd. Baru pada 2004 mereka melebarkan sayap ke segmen roda empat.
Honda Korea berkantor pusat di Seoul dan seluruh sahamnya dimiliki oleh induk perusahaan di Jepang. Per April 2026, perusahaan mencatatkan modal sebesar 12 miliar won dan mempekerjakan 84 karyawan. Dua model mobil yang masih dipasarkan sebelum penutupan adalah Accord dan CR-V.
Pemilik mobil Honda di Korea Selatan tidak perlu khawatir. Perusahaan memastikan layanan perawatan dan perbaikan kendaraan, pasokan suku cadang, serta dukungan garansi tetap berjalan penuh meskipun penjualan mobil baru dihentikan. Ini menjadi kabar baik bagi pengguna setia Honda di sana.
Keputusan ini bukan pertama kalinya bagi pabrikan Jepang di Korea Selatan. Pasar otomotif Korea memang dikenal dominan oleh merek lokal seperti Hyundai dan Kia, yang membuat kompetisi bagi merek asing sangat ketat. Honda memilih untuk fokus pada segmen sepeda motor yang selama ini memiliki basis pelanggan lebih solid.