Suami Tebas Kepala Piton 7,8 Meter yang Telan Istrinya di Taliabu, Maluku Utara, Korban Tewas

Penulis: Edi Wahyono  •  Kamis, 11 Juni 2026 | 20:34:31 WIB
Suami menebas kepala ular piton sepanjang 7,8 meter yang melilit istrinya di Pulau Taliabu.

TALIABU — Peristiwa mengerikan itu terjadi saat Elisabet memindahkan sapi seorang diri di kebun yang hanya berjarak sekitar 300 meter dari rumah. Ia tak kunjung pulang hingga petang, membuat Benyamin cemas dan memutuskan menyusul ke lokasi.

Kapolres Pulau Taliabu, AKBP Adnan Wahyu Kashogi, mengonfirmasi bahwa korban tengah melakukan aktivitas rutin di kebun saat kejadian berlangsung.

Pemandangan Mencekam di Tengah Kebun

Sesampainya di kebun, Benyamin mendapati istrinya sudah dalam lilitan dan sebagian tubuhnya masuk ke dalam mulut ular piton raksasa. Dalam kepanikan, ia mengambil alat yang ada di sekitarnya dan menebas kepala ular tersebut.

Aksi heroik itu membuahkan hasil. Tubuh Elisabet berhasil dilepaskan dari cengkeraman ular. Namun, perempuan berusia 44 tahun itu sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Ia dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian.

Ular Piton Raksasa: Predator yang Patut Diwaspadai

Ular piton jenis sanca kembang (reticulatus) yang menjadi pelaku dalam insiden ini merupakan spesies ular terbesar di dunia berdasarkan panjang dan massa. Habitat alaminya meliputi hutan tropis, rawa-rawa, dan daerah bersemak di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Sebagai predator penyergap, ular piton mengandalkan kekuatan lilitan untuk melumpuhkan mangsa sebelum menelannya secara utuh. Kemampuan menelan mangsa yang jauh lebih besar dari ukuran tubuhnya kerap membuat para ahli satwa liar waspada.

Kewaspadaan Saat Beraktivitas di Area Terpencil

Kejadian di Pulau Taliabu ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan saat beraktivitas di daerah yang masih memiliki habitat alami satwa liar. Beberapa langkah pencegahan dapat meminimalkan risiko, seperti menghindari beraktivitas sendirian di area terpencil, terutama saat senja atau fajar ketika predator lebih aktif.

Menggunakan alat bantu seperti tongkat untuk menyingkirkan vegetasi lebat juga dapat membantu mendeteksi keberadaan ular sebelum terlalu dekat. Edukasi publik mengenai cara berperilaku aman di dekat habitat satwa liar menjadi kunci mencegah insiden serupa terulang.

Pihak kepolisian setempat terus melakukan penyelidikan terkait kronologi pasti dan faktor-faktor yang mungkin berkontribusi terhadap kejadian ini. Fokus utama saat ini adalah penanganan korban dan dukungan kepada keluarga yang berduka.

Reporter: Edi Wahyono
Sumber: tandaseru.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top