Harga Pertamax di Maluku Utara Naik Jadi Rp16.650 per Liter per 10 Juni 2026, Pertalite Masih Rp10.000

Penulis: Dedi Supriadi  •  Kamis, 11 Juni 2026 | 23:30:31 WIB
Harga Pertamax di Maluku Utara naik menjadi Rp16.650 per liter mulai 10 Juni 2026.

TERNATE — Pemilik kendaraan di Maluku Utara kini harus merogoh kocek lebih dalam untuk mengisi bahan bakar Pertamax. Berdasarkan daftar harga resmi Pertamina yang berlaku per 10 Juni 2026, harga Pertamax di provinsi ini tercatat Rp16.650 per liter.

Angka tersebut naik signifikan dari harga sebelumnya yang masih di kisaran Rp12.300 per liter di Jakarta. Sementara itu, harga Pertalite yang merupakan BBM subsidi tetap stabil di angka Rp10.000 per liter, sama seperti Solar Subsidi (Biosolar) yang masih Rp6.800 per liter.

Daftar Lengkap Harga BBM di Maluku Utara per 10 Juni 2026

Berikut rincian harga BBM nonsubsidi dan subsidi di Maluku Utara berdasarkan data Pertamina:

  • Pertalite (RON 90): Rp10.000 per liter (subsidi, harga tetap)
  • Pertamax (RON 92): Rp16.650 per liter (naik)
  • Biosolar (Solar Subsidi): Rp6.800 per liter (harga tetap)
  • Dexlite (CN 51): Rp23.500 per liter

Catatan: Untuk jenis Pertamax Turbo dan Pertamina Dex tidak tercantum dalam daftar harga untuk wilayah Maluku Utara.

Perbandingan dengan Wilayah Lain: Ada Zona Bebas Pajak

Harga Pertamax di Maluku Utara (Rp16.650) sama dengan harga di mayoritas wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku. Namun, terdapat perbedaan mencolok di kawasan FTZ (Free Trade Zone) seperti Sabang dan Batam. Di FTZ Batam, misalnya, harga Pertamax hanya Rp15.500 per liter, lebih murah Rp1.150 dari harga di Maluku Utara.

Perbedaan ini disebabkan oleh kebijakan pembebasan pajak bahan bakar di kawasan perdagangan bebas, yang membuat harga BBM nonsubsidi di sana lebih kompetitif.

Mengapa Harga Pertamax Naik?

Penyesuaian harga BBM nonsubsidi, termasuk Pertamax, dilakukan Pertamina secara berkala. Faktor utama yang memengaruhinya adalah fluktuasi harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Karena Pertamax merupakan BBM nonsubsidi, harganya mengikuti mekanisme pasar, berbeda dengan Pertalite dan Solar yang masih mendapat kompensasi dari pemerintah.

Bagi warga Maluku Utara yang ingin menghemat biaya operasional kendaraan, Pertalite masih menjadi pilihan paling ekonomis dengan harga Rp10.000 per liter, meski memiliki oktan lebih rendah (RON 90) dibanding Pertamax (RON 92).

Reporter: Dedi Supriadi
Sumber: auto2000.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top