HALMAHERA TENGAH — Penemuan jasad Agrini (20) di pesisir Pantai Desa Fritu menggegerkan warga Kecamatan Weda Utara, Jumat siang. Korban diketahui merupakan warga desa setempat.
Dua anak kecil yang bermain di sekitar lokasi menjadi saksi pertama. Mereka melihat sesosok tubuh tergeletak di pesisir dan segera melapor ke warga.
Feni (41) dan Yustina Kore (50) kemudian mendatangi lokasi untuk memastikan laporan tersebut. Setibanya di tempat kejadian, keduanya mendapati korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa.
Personel Polsubsektor Weda Utara yang dipimpin IPDA Wahyudin Abd Rauf langsung bergerak ke lokasi setelah menerima laporan. Olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pendokumentasian dilakukan sejak pukul 11.30 WIT.
“Kami mengumpulkan keterangan saksi-saksi dan mengevakuasi jenazah korban ke Puskesmas Sagea untuk pemeriksaan medis,” ujar IPDA Wahyudin. Proses olah TKP selesai sekitar pukul 12.00 WIT.
Dokter Puskesmas Sagea, dr. Suriatmi S. Haji, menyatakan korban telah meninggal dunia saat tiba di fasilitas kesehatan tersebut. Namun, pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan visum maupun autopsi.
Setelah pemeriksaan selesai, jenazah Agrini dibawa ke rumah duka di Desa Fritu sekitar pukul 12.40 WIT untuk disemayamkan.
Hingga kini, penyebab pasti kematian korban belum diketahui. Aparat kepolisian masih melakukan pendalaman melalui olah TKP dan keterangan sejumlah saksi.
IPDA Wahyudin memastikan situasi di lokasi kejadian berlangsung aman dan kondusif. Polisi mengimbau warga yang memiliki informasi terkait peristiwa ini untuk melapor ke pihak berwenang.