MALUKU UTARA — Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga pukul 10.45 WIB, nilai transaksi tercatat Rp6,16 triliun dengan volume perdagangan mencapai 9,76 miliar saham. Tekanan jual terlihat dominan: sebanyak 502 saham ditutup di zona merah, sementara hanya 184 saham berhasil menghijau dan 273 saham lainnya stagnan.
Kelompok saham milik konglomerat besar seperti Grup Barito dan Sinarmas, serta saham-saham perbankan berkapitalisasi raksasa, menjadi penekan utama laju indeks. Aksi ambil untung investor di sektor-sektor ini menambah derasnya arus jual sejak pembukaan perdagangan.
Analis Phintraco Sekuritas mencatat bahwa pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz menjadi perhatian khusus pelaku pasar. "Kesepakatan antara AS dan Iran untuk mencabut blokade pelayaran memicu perubahan ekspektasi harga energi global," tulis riset harian Phintraco yang dikutip Senin.
Pergerakan indeks hari ini tidak bisa dilepaskan dari tiga sentimen besar yang berlangsung simultan: