MOROTAI — Johan Mardiono tak sekadar menang. Ia menang telak. Dalam Muscab yang mempertemukan 80 kepala desa dari total 88 desa di Pulau Morotai, Johan yang memegang nomor urut 1 mengantongi 51 suara sah. Lawan terdekatnya, Kepala Desa Gamlamo Mukadia Tou, hanya meraih 10 suara. Sementara Kepala Desa Aha, Ramli, harus puas dengan 7 suara.
Kemenangan ini bukan sekadar angka. Dari total 80 kertas suara yang masuk, 12 di antaranya dinyatakan tidak sah atau rusak. Artinya, Johan menguasai hampir 64 persen suara sah yang ada. Ini menunjukkan konsolidasi yang kuat di kalangan kepala desa di Morotai Selatan, basis tempat Johan menjabat.
"Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas amanah yang telah diberikan oleh rekan-rekan Kades. Saya dipercayai untuk memimpin APDESI Pulau Morotai dengan masa bakti 2026-2030," ujar Johan usai pemilihan, Rabu (24/6/2026).
Dalam sambutan perdananya, Johan tak langsung bicara program kerja. Ia lebih dulu mengajak seluruh kepala desa merajut kembali komitmen bersama. Baginya, dinamika pemilihan adalah proses yang wajar, tapi setelahnya harus ada persatuan.
"Mari kita jadikan APDESI sebagai wadah pemersatu yang solid serta menghilangkan segala bentuk perpecahan internal. Kita harus mampu menjadikan APDESI sebagai mitra strategis pemerintah daerah demi percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat desa yang merata," tandasnya.
Pulau Morotai tengah berbenah. Sebagai daerah kepulauan yang punya sejarah strategis, pembangunan desa menjadi kunci pemerataan. APDESI selama ini menjadi jembatan antara pemerintah desa dan pemkab. Dengan kepemimpinan baru ini, publik menunggu apakah ada terobosan dalam pengelolaan dana desa atau program infrastruktur yang selama ini kerap tersendat di birokrasi.
Johan setidaknya punya modal politik yang solid. 51 suara bukan sekadar angka, tapi mandat untuk bergerak cepat. Tugasnya kini membuktikan bahwa APDESI bisa menjadi mitra kritis sekaligus mitra kerja yang efektif bagi Bupati Pulau Morotai.