BI Malut dan Pemkab Morotai Sepakati 6 Langkah Konkret Jaga Harga Pangan, dari Pasar Murah hingga Gerakan Menanam

Penulis: Dedi Supriadi  •  Kamis, 25 Juni 2026 | 13:19:01 WIB
Wakil Bupati Morotai minta TPID segera bergerak nyata untuk kendalikan inflasi.

MOROTAI — Wakil Bupati Pulau Morotai, Rio Christian Pawane, menegaskan bahwa forum diskusi tanpa aksi nyata hanya akan menjadi seremonial belaka. Ia meminta seluruh anggota TPID untuk langsung bergerak ke lapangan.

“Pengendalian inflasi bukan hanya soal menjaga stabilitas harga, tetapi juga menjaga kesejahteraan masyarakat dan memastikan kebutuhan pokok tetap terjangkau,” ujar Rio dalam sambutannya.

Lonjakan Harga Cabai dan Bawang Picu Inflasi di Morotai

Kepala Perwakilan BI Maluku Utara, Handi Susila, memaparkan bahwa Indeks Perkembangan Harga (IPH) Kabupaten Pulau Morotai menunjukkan inflasi pada pekan kedua Juni 2026. Komoditas penyumbang utama kenaikan harga adalah cabai merah, cabai rawit, dan bawang merah.

Secara provinsi, inflasi Maluku Utara pada Mei 2026 tercatat rendah, yakni 0,05 persen (month to month). Namun, tekanan harga tetap ada akibat kenaikan harga LPG nonsubsidi dan peningkatan permintaan komoditas perikanan menjelang Iduladha.

Enam Langkah Konkret untuk Menekan Harga

Dalam forum tersebut, Pemkab Morotai, BI, dan seluruh anggota TPID menyepakati enam langkah intervensi. Langkah-langkah ini dirancang untuk menjawab tiga masalah utama yang dihadapi Morotai sebagai daerah kepulauan: ketergantungan pasokan dari luar, mahalnya biaya logistik, dan terbatasnya cold storage.

Berikut enam langkah yang disepakati:

  • Memperluas pasar murah dan operasi pasar secara rutin di titik-titik rawan harga tinggi.
  • Inspeksi mendadak (sidak) ke distributor untuk mencegah penimbunan dan mengawasi distribusi barang.
  • Mengoptimalkan Belanja Tidak Terduga (BTT) dan subsidi transportasi untuk menekan biaya distribusi antar-pulau.
  • Gerakan Menanam komoditas hortikultura di pekarangan rumah untuk mengurangi ketergantungan pasokan luar.
  • Memperkuat distribusi beras SPHP dan Minyakita serta fungsi kios pangan desa.
  • Meningkatkan produktivitas petani, nelayan, dan peternak melalui bantuan sarana-prasarana dan pendampingan teknis.

Kerja Sama Antar-Daerah Jadi Kunci

TPID juga mendorong penguatan Kerja Sama Antardaerah (KAD) dengan wilayah produsen pangan di Maluku Utara. Langkah ini dinilai krusial untuk menjamin pasokan komoditas strategis seperti beras, cabai, dan bawang tetap stabil sepanjang tahun.

BI Maluku Utara berkomitmen mendukung pengendalian inflasi di Morotai melalui fasilitasi pasar murah serta pendampingan pelaksanaan HLM TPID secara berkala. “Sinergi antara pemerintah daerah, BI, pelaku usaha, dan semua pemangku kepentingan adalah kunci,” ujar Handi Susila.

Reporter: Dedi Supriadi
Sumber: jurnalone.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top