MALUKU UTARA — Manajemen Gojek mengumumkan skema baru biaya pembatalan untuk layanan GoCar melalui blog resminya, Sabtu (27/6). Tarif Rp3.000 ini berlaku jika pembatalan dilakukan oleh pelanggan maupun mitra pengemudi dalam kondisi tertentu. Kebijakan ini tidak berlaku untuk layanan GoCar Instant dan GoCar Rental.
Pelanggan akan dikenakan biaya cancel sebesar Rp3.000 jika driver telah tiba di titik penjemputan. Biaya yang sama juga berlaku saat driver sudah berjalan lebih dari 1 kilometer menuju lokasi penjemputan, atau waktu sudah berlalu 7 menit sejak pelanggan mendapatkan driver dan driver sudah bergerak.
Sementara itu, driver GoCar dikenakan biaya pembatalan setelah menunggu penumpang di titik penjemputan selama 10 menit atau lebih. Gojek menyatakan biaya yang terkumpul akan dibayarkan 100 persen kepada mitra driver sebagai bentuk kompensasi atas waktu tunggu dan proses penjemputan yang sudah dilakukan.
Penerapan biaya pembatalan ini dimulai di tujuh kota: Bali, Surabaya, Jogja, Medan, Bandung, Malang, dan Makassar. Gojek menyebut skema ini akan dievaluasi secara berkala sebelum diperluas ke kota-kota lain.
Gojek juga memberlakukan sejumlah pengecualian. Pelanggan tidak dikenakan biaya jika driver membatalkan di luar ketentuan yang berlaku, driver tiba di titik penjemputan yang tidak sesuai lokasi aplikasi, atau pembatalan terjadi di luar ketentuan biaya yang berlaku.
Pembayaran biaya pembatalan dilakukan secara cashless melalui GoPay atau e-wallet lainnya. Jika pelanggan memilih metode pembayaran tunai, sistem Gojek akan mencatat biaya tersebut dan harus dilunasi sebelum pelanggan dapat memesan lagi.
Gojek memberikan keringanan berupa pembebasan biaya (waiver) pada pembatalan pertama. "Pelanggan tidak akan langsung dikenakan biaya pembatalan. Pada pembatalan pertama, sistem akan memberikan pembebasan biaya hingga waktu yang belum ditentukan," tulis manajemen Gojek dalam pengumuman resmi.
Pelanggan yang merasa tidak seharusnya dikenakan biaya dapat mengajukan laporan melalui halaman bantuan di aplikasi Gojek.