TIDORE — Momentum Hari Bhayangkara ke-80 menjadi ajang penguatan sinergi antara Pemerintah Kota Tidore Kepulauan dan Polresta setempat. Wali Kota Muhammad Sinen menegaskan bahwa keamanan yang kondusif merupakan prasyarat utama agar berbagai program pembangunan di wilayah itu dapat berjalan lancar.
“Selama ini, Polresta telah menjadi mitra strategis pemerintah daerah,” ujar Muhammad Sinen dalam sambutannya di Mapolresta Tidore, Rabu (1/7/2026).
Kepala daerah itu menambahkan, kehadiran Polri memiliki arti penting sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat. Tanpa stabilitas keamanan, kata dia, pembangunan di berbagai sektor sulit terealisasi secara optimal.
“Semoga pada usia pengabdian yang ke-80 ini, Polri semakin profesional, semakin Presisi, dan semakin sukses dalam mengemban amanah sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” harapnya.
Tema peringatan tahun ini, “80 Tahun Polri Mengabdi untuk Masyarakat”, dinilai selaras dengan visi pembangunan Kota Tidore Kepulauan yang membutuhkan dukungan aparat keamanan.
Sementara itu, Kapolresta Tidore Kombes Pol Ampi Mesias Von Bulow saat membacakan amanat Kapolda Maluku Utara menekankan pentingnya pelayanan humanis dan berintegritas. Ia mengingatkan seluruh personel agar setiap tugas yang dijalankan selalu bermuara pada kepentingan masyarakat.
“Mari kita jadikan momentum ini untuk mempererat kebersamaan, memperkuat sinergi, dan menumbuhkan semangat pengabdian yang tulus demi terwujudnya Maluku Utara yang aman, damai, dan sejahtera,” kata Ampi.
Dalam kesempatan yang sama, Kapolresta juga menyampaikan terima kasih kepada Forkopimda, jajaran TNI, instansi pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, insan pers, serta seluruh personel yang telah memberikan dukungan penuh terhadap kinerja Polri.
Upacara dan syukuran itu turut dihadiri oleh Dandim 1505/Tidore, Ketua DPRD Kota Tidore Kepulauan, Kepala Kejaksaan Negeri Soasio, Ketua Pengadilan Negeri Soasio, serta sejumlah pejabat lainnya. Hadir pula pimpinan BRI Cabang Soasio, Ketua Bawaslu, Ketua KPU, dan perwakilan HMI Cabang Tidore.
Kehadiran lintas instansi tersebut menunjukkan eratnya hubungan sipil-militer di Kota Tidore Kepulauan, yang selama ini menjadi modal sosial dalam menjaga stabilitas daerah.