SOFIFI — Peringatan puncak Hari Bhayangkara ke-80 di lingkungan Polda Maluku Utara berlangsung khidmat. Upacara yang dipimpin langsung Kapolda Irjen Pol Arif Budiman itu turut dihadiri Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos, Wakapolda, Kajati Malut, serta jajaran Forkopimda.
Dalam sambutannya, Irjen Pol Arif menekankan agar seluruh anggota Polri tidak silau dengan pujian dari masyarakat. Menurutnya, apresiasi yang diterima justru harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan kepercayaan publik.
“Kalaupun ada pujian-pujian, jangan sampai membuat kita lupa diri. Kita harus terus mengintrospeksi diri agar ke depan menjadi lebih baik lagi,” tegasnya di hadapan peserta upacara.
Kapolda juga mengingatkan personel untuk kembali pada nilai-nilai Tri Brata, khususnya poin ketiga, yakni melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat. “Momentum ini harus menjadi bahan koreksi bagi kita semua agar ke depan bisa bekerja lebih baik lagi,” ujarnya.
Di luar pengingat internal, Kapolda menyoroti pentingnya sinergi lintas elemen masyarakat di Maluku Utara. Ia mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga persatuan di tengah keberagaman yang menjadi kekuatan daerah.
“Sinergi antara Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen bangsa harus terus diperkuat demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Maluku Utara,” jelasnya.
Ia menilai semangat Marimoi Ngone Futuru harus terus dipelihara sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat yang harmonis. Filosofi lokal ini dinilai relevan untuk menjaga stabilitas keamanan di wilayah kepulauan yang majemuk.
Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tidak hanya diisi dengan upacara. Di lingkungan Polda Maluku Utara, perayaan dimeriahkan dengan parade dan pasar murah yang melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Kegiatan serupa juga digelar serentak di seluruh Polres dan Polresta jajaran di Maluku Utara. Hal ini menjadi bagian dari upaya Polri untuk mendekatkan diri dengan masyarakat sekaligus mendorong roda perekonomian lokal.