MALUKU UTARA — Peluncuran DPEW berlangsung di Auditorium Harry-Jusuf, Kampus BSD City Universitas Prasetiya Mulya, Selasa (15/4). Acara bertema "Unlock the Future" ini dihadiri orang tua murid, kepala sekolah, dan guru bimbingan konseling dari berbagai institusi pendidikan di Jabodetabek.
Apa Saja Komponen dalam Satu Ekosistem DPEW?
Ekosistem ini menyatukan tiga fungsi yang biasanya terpisah. Pertama, perspektif pendidikan dari Universitas Prasetiya Mulya untuk membantu keluarga merancang jalur pendidikan anak, mulai dari pemilihan jurusan hingga proyeksi biaya kuliah. Kedua, solusi tabungan dan investasi dari Danamon yang dirancang khusus untuk akumulasi dana pendidikan. Ketiga, perlindungan asuransi jiwa dari Manulife Indonesia yang menjamin kelangsungan pendanaan jika orang tua meninggal dunia atau mengalami cacat total.
Consumer Funding & Wealth Business Head Danamon, Ivan Jaya, mengatakan produk ini menjawab kebutuhan perencanaan keuangan sejak dini. "Keluarga tidak cukup hanya menabung. Mereka juga perlu proteksi agar rencana pendidikan anak tidak terganggu saat terjadi hal tak terduga," ujarnya dalam siaran pers yang diterima redaksi, Rabu (16/4).
Mengapa Kolaborasi Lintas Sektor Diperlukan?
Ketua Pengurus Yayasan Prasetiya Mulya, Djisman S. Simandjuntak, menekankan bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang yang membutuhkan kepastian pendanaan. "Tantangan pendidikan masa depan tidak bisa dihadapi sendiri oleh sekolah atau bank saja. Butuh kolaborasi lintas sektor agar keluarga punya akses ke solusi yang menyeluruh," kata Djisman.
Data yang dipaparkan dalam acara menunjukkan biaya pendidikan di Indonesia meningkat rata-rata 10-15% per tahun, sementara kenaikan pendapatan rumah tangga hanya sekitar 2-3% per tahun. Artinya, biaya kuliah anak yang sekarang Rp 100 juta bisa menjadi Rp 400-500 juta dalam 15 tahun mendatang jika tidak direncanakan dengan instrumen yang tepat.
Apa Bedanya dengan Tabungan Pendidikan Biasa?
DPEW tidak sekadar menyediakan rekening tabungan. Nasabah mendapatkan akses konsultasi dengan perencana keuangan dari Danamon dan edukator dari Prasetiya Mulya untuk menyusun peta jalan pendidikan. Polis asuransi dari Manulife memastikan dana pendidikan tetap cair meskipun orang tua tidak lagi mampu membayar premi karena risiko hidup.
Dengan struktur seperti ini, DPEW masuk dalam kategori produk bancassurance yang menggabungkan perbankan dan asuransi dalam satu kemasan. OJK telah memberikan izin bagi produk-produk sejenis sepanjang memenuhi ketentuan transparansi biaya dan manfaat.
Bagi investor dan pelaku bisnis, peluncuran DPEW menandai tren baru di industri keuangan: pergeseran dari produk tunggal ke ekosistem terintegrasi. Danamon, yang saat ini fokus pada segmen konsumer dan UKM, memanfaatkan kolaborasi ini untuk memperkuat basis nasabah kelas menengah atas yang peduli pada perencanaan pendidikan anak.