MALUKU UTARA — Kemenangan dramatis ini nyaris tak terwujud setelah kiper Jordan Pickford melakukan kesalahan fatal di awal laga. Tembakan Brian Cipenga dari sudut sempit mampu menaklukkan Pickford di tiang dekat, membuat Inggris tertinggal 0-1 sejak menit awal.
Performa Pickford mendapat nilai terendah dari jurnalis BBC Sport, Alex Howell, yang melaporkan langsung dari Atlanta. Ia menilai kiper Everton itu mengalami mimpi buruk di laga hidup-mati ini.
Masalah Inggris tak hanya di bawah mistar. Djed Spence dan Ezri Konsa juga tampil buruk. Spence gagal mengantisipasi pergerakan pemain lawan di kotak penalti, sementara Konsa menjadi bagian dari lini belakang yang terus kebobolan ruang sepanjang turnamen. Marc Guehi, yang biasanya solid di Manchester City, juga tampil tidak meyakinkan.
Ketika Inggris kehabisan ide, pelatih melakukan tiga pergantian sekaligus. Anthony Gordon masuk menggantikan Marcus Rashford yang kembali tampil mengecewakan. Keputusan itu langsung membuahkan hasil.
Gordon menjadi kreator dua gol kemenangan Inggris. Umpan silangnya disambut tandukan sempurna Harry Kane untuk menyamakan skor. Tak berselang lama, Gordon kembali memberikan assist untuk gol kedua Kane yang membawa Inggris ke babak 16 besar.
Howell memberikan nilai 9/10 untuk Harry Kane yang dinilai menjadi tulang punggung tim. Sementara Anthony Gordon yang hanya tampil sebagai pemain pengganti mendapat nilai 8/10 atas kontribusinya.
Kemenangan ini belum sepenuhnya meyakinkan. Lini belakang Inggris yang rapuh menjadi pekerjaan rumah besar sebelum menghadapi Meksiko yang akan bermain di depan pendukungnya sendiri.
Pertandingan babak 16 besar antara Inggris dan Meksiko dijadwalkan berlangsung akhir pekan ini. Tim Tiga Singa harus segera memperbaiki organisasi pertahanan jika ingin melangkah lebih jauh di turnamen ini.