MALUKU UTARA — Pertandingan yang akan digelar di Stadion Azteca, markas bersejarah sepak bola Meksiko, diprediksi menjadi ujian paling berat bagi Inggris di turnamen ini. Co-host Meksiko diperkirakan akan mendapatkan dukungan hingga 80 persen dari total penonton, sebuah situasi yang belum pernah dihadapi Inggris di fase grup sebelumnya. Namun, Shearer menegaskan bahwa para pemain tidak akan terintimidasi.
“Saya sudah mendengar banyak pembicaraan tentang kondisi sulit yang akan dihadapi Inggris di Azteca—tapi saya rasa para pemain tidak akan khawatir dengan semua itu,” ujar Shearer dalam kolomnya. “Alih-alih takut, mereka justru akan berpikir 'ayo hadapi'. Saya tahu saya akan begitu.”
Shearer, yang kini menjadi komentator pertandingan, mengakui bahwa faktor ketinggian dan atmosfer stadion akan membuat laga ini berat. Namun, ia menekankan bahwa momen seperti inilah yang diperjuangkan para pemain sepanjang karier mereka. “Bermain di stadion ikonik seperti Azteca di Piala Dunia, dengan jutaan pasang mata menonton, itulah mimpi masa kecil,” tambahnya.
Salah satu statistik yang paling sering disebut jelang laga ini adalah rekor fantastis Meksiko di Azteca. Tuan rumah hanya menelan dua kekalahan dari 89 pertandingan kompetitif di sana sejak 1966. Shearer, bagaimanapun, tidak terkesan dengan angka tersebut.
“Ketika Anda melihat daftar tim yang mereka hadapi, mereka tidak selalu berhadapan dengan lawan berat setiap saat,” ujar legenda Newcastle United itu. “Rekor itu tidak membuat saya berpikir mereka tak terkalahkan. Dari sudut pandang pemain, ini hanya tantangan lain yang harus dihadapi.”
Menjelang laga krusial ini, Thomas Tuchel masih memiliki beberapa pekerjaan rumah. Shearer menyoroti posisi bek kanan yang harus berhadapan dengan Julian Quinones, salah satu pemain berbahaya Meksiko dengan koleksi tiga gol di Piala Dunia ini. “Memainkan Djed Spence mungkin memberi stabilitas defensif, tapi Inggris bisa kehilangan daya gedor,” analisis Shearer.
Di sisi sayap, Shearer menilai Anthony Gordon layak menjadi starter setelah performanya saat masuk sebagai pemain pengganti melawan DR Kongo. Namun, ia ragu apakah Noni Madueke atau Bukayo Saka yang akan dipilih Tuchel untuk mengisi posisi kanan. Satu hal yang tidak boleh diubah, menurut Shearer, adalah lini tengah dengan Declan Rice, Elliot Anderson, dan Jude Bellingham. “Saya tidak akan pernah memikirkan untuk memainkan Rice sebagai bek kanan,” tegasnya.
Shearer memperingatkan bahwa Inggris tidak boleh mengulangi kesalahan saat melawan DR Kongo yang memulai pertandingan dengan lamban. “Jika kami mulai lambat dan kebobolan lebih dulu lagi, akan sangat sulit untuk bangkit,” ujarnya. Ia optimistis Inggris akan menang, selama mereka memainkan permainan, bukan larut dalam euforia pertandingan.