MALUKU UTARA — Angka 532,2 ribu TEUs yang dicatat Pelindo Regional 1 hingga Mei 2026 menjadi indikator menggeliatnya aktivitas perdagangan di Pelabuhan Belawan. Kenaikan 5 persen ini dipandang sebagai angin segar bagi kawasan pesisir Kota Medan yang sempat dilanda kecemasan akibat dinamika kebijakan nasional.
Ketua Umum ABB Dedi Satria Ainal menilai, meski tidak terkait langsung, dua peristiwa ini membawa dampak psikologis positif bagi warga. "Peningkatan volume peti kemas mencerminkan tumbuhnya aktivitas perdagangan yang berpotensi mendorong perekonomian," ujarnya dalam Forum Grup Diskusi (FGD) ABB Bangkit di Jalan Raden Sulian Belawan, Selasa (7/7).
ABB yang sempat vakum kini hadir dengan struktur organisasi yang dimatangkan. Dedi menyebutnya sebagai "ABB hasil upgrade" — organisasi yang lebih matang, profesional, dan siap menghadapi tantangan ke depan.
Sekretaris Jenderal ABB Ary Wahyudi Nasution menjelaskan, pembenahan mencakup pola pikir pengurus. "Kami sepakat untuk tidak lagi membahas hal-hal yang bersifat ghibah. Fokus kami adalah program kerja, bukan membicarakan orang lain. Biarlah prestasi yang nantinya berbicara tentang kami," katanya.
Perubahan diwujudkan dengan pembentukan departemen baru, penggunaan logo dan seragam baru, sekretariat baru, hingga penyusunan visi-misi yang diselaraskan dengan perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (AI).
Dalam rapat perdana, ABB membagi fokus kerja ke dua wilayah: darat dan laut. ABB memilih memusatkan perhatian pada sektor maritim — kawasan pelabuhan, pesisir, hingga garis pantai — sementara ruang gerak di daratan diserahkan ke ormas lain. "Kami sedang mempersiapkan SDM yang benar-benar berkualitas. Tidak masalah jika secara kuantitas lebih sedikit, yang terpenting kualitasnya meningkat," tegas Wahyudi.
Wahyudi menilai, meningkatnya aktivitas perdagangan di Pelabuhan Belawan merupakan momentum yang harus dimanfaatkan. "Semakin ramai aktivitas perdagangan berarti semakin besar pula peluang ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat. ABB ingin menjadi bagian dari upaya menjaga dan mendorong harapan masyarakat agar pertumbuhan ekonomi di Belawan terus meningkat," pungkasnya.
Kembalinya ABB dengan semangat baru dan kinerja positif Pelindo diharapkan mampu menjadi motor penggerak bagi perekonomian warga Belawan yang selama ini bergantung pada denyut nadi pelabuhan.