TERNATE — Enam medali emas diraih kontingen Kota Ternate di cabang pencak silat POPDA XII Maluku Utara. Hasil ini sekaligus mengukuhkan mereka sebagai juara umum, unggul dari tuan rumah Pulau Morotai yang mengoleksi empat emas, tiga perak, dan empat perunggu.
Kabupaten Halmahera Utara menempati peringkat ketiga dengan tiga emas, empat perak, dan lima perunggu. Peringkat keempat ditempati Kota Tidore Kepulauan dengan satu emas, lima perak, dan empat perunggu.
Kepulauan Sula mengamankan posisi kelima dengan satu emas, dua perak, dan enam perunggu. Disusul Halmahera Selatan di peringkat keenam dengan satu emas, satu perak, dan tiga perunggu.
Halmahera Tengah berada di peringkat ketujuh dengan satu emas. Sementara Halmahera Barat dan Halmahera Timur sama-sama mengoleksi dua perunggu di peringkat kedelapan. Pulau Taliabu melengkapi daftar di posisi kesembilan dengan satu perunggu.
Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Maluku Utara, Nirwan M. Ali, menegaskan bahwa POPDA bukan sekadar kompetisi. Menurutnya, ajang ini menjadi awal pembentukan prestasi dan karakter atlet agar terbiasa bertanding secara sportif.
“Kita berharap para atlet yang meraih juara pada POPDA ini harus terus menjaga kondisi fisik, karena masih ada pertandingan berjenjang, yakni Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS),” ujar Nirwan.
Nirwan menjelaskan, atlet yang menjadi juara di POPDA tidak langsung dipanggil mengikuti POPNAS. Mereka tetap harus menjalani proses seleksi ulang yang lebih ketat.
Ia juga memberikan motivasi kepada atlet yang belum berhasil. “Saya memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai selaku tuan rumah karena telah menyelenggarakan POPDA kali ini dengan sangat baik, khususnya pada cabor pencak silat,” pungkasnya.