Wali Kota Ternate Tinjau MPLS di SMPN 6, Tegaskan Stigma Sekolah Favorit Harus Dihapus

Penulis: Boyke Sihombing  •  Senin, 13 Juli 2026 | 19:42:01 WIB
Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman meninjau pelaksanaan MPLS di SMP Negeri 6 Ternate, Senin (13/7/2026).

TERNATEWali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman, secara langsung meninjau pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Negeri 6 Kota Ternate pada Senin, 13 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung selama lima hari, mulai 13 hingga 17 Juli 2026, ini merupakan tahap awal bagi siswa baru setelah selesainya Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).

Di hadapan para siswa dan guru, Tauhid menegaskan bahwa MPLS bukan sekadar acara seremonial pengenalan lingkungan sekolah. Momentum ini, kata dia, justru harus dimanfaatkan untuk menanamkan semangat belajar dan meruntuhkan tembok pemisah antara sekolah yang dianggap favorit dengan yang tidak.

Semua Sekolah Sederajat, Pilihannya Banyak

“Semua sekolah memiliki kedudukan yang sama. Masyarakat memiliki banyak pilihan melalui jalur prestasi, domisili, maupun afirmasi yang telah disiapkan pemerintah,” ujar Tauhid dalam sambutannya.

Pernyataan ini menjadi penegasan bahwa Pemerintah Kota Ternate tidak lagi mentolerir pandangan diskriminatif terhadap institusi pendidikan. Menurut Tauhid, pelaksanaan SPMB tahun ini berjalan lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Berbagai keluhan masyarakat, lanjutnya, dapat segera ditindaklanjuti oleh Dinas Pendidikan sehingga proses penerimaan siswa baru berlangsung lebih tertata.

Pemkot Genjot Sarana, Mutu Layanan Merata

Pemerintah Kota Ternate, kata Tauhid, terus berupaya meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan di seluruh sekolah, termasuk di SMP Negeri 6. Langkah ini diambil agar mutu layanan pendidikan benar-benar merata dan tidak ada lagi ketimpangan fasilitas antara satu sekolah dengan sekolah lainnya.

Pelaksanaan MPLS di SMP Negeri 6 turut dipantau oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Kepala SMP Negeri 6 Kota Ternate, Astuti Djumati, menjelaskan bahwa penerimaan murid baru dilakukan secara daring dan luring dengan alokasi tujuh rombongan belajar. Sebanyak 337 siswa baru diterima dan selama MPLS dibagi ke dalam 10 gugus yang masing-masing berisi sekitar 34 siswa.

MPLS Bukan Sekadar Pengenalan, Ada Program Baru

Astuti menambahkan, materi MPLS tidak hanya berfokus pada pengenalan lingkungan sekolah. Kurikulum kegiatan juga mencakup pembiasaan Program Anak Indonesia Hebat, edukasi pemilahan sampah, serta penguatan pendidikan karakter sebagai bekal siswa memasuki jenjang SMP.

Dengan adanya peninjauan langsung dari wali kota dan pemantauan dari kementerian, diharapkan pelaksanaan MPLS di Ternate dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam menciptakan iklim pendidikan yang setara dan berkualitas.

Reporter: Boyke Sihombing
Sumber: cermat.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top