Danantara dan Kementerian Kebudayaan Siapkan Tiga Gedung Bersejarah Jasa Raharha dan Jiwasraya Jadi Museum Tematik

Penulis: Boyke Sihombing  •  Selasa, 14 Juli 2026 | 09:40:31 WIB
Pemerintah merencanakan pembangunan Museum Film di bekas Gedung Jasa Raharja, kawasan Kota Tua Jakarta.

MALUKU UTARA — Rencana itu mengemuka dalam diskusi bersama PT Jasa Raharja dan PT Asuransi Jiwasraya di Kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Senin (13/7). Museum Film akan menempati bekas Gedung Asuransi Jasa Raharja di kawasan Kota Tua Jakarta. Sementara itu, Museum Musik direncanakan berlokasi di bekas gedung Jiwasraya di Jalan Asia Afrika, Bandung. Adapun Museum Fotografi akan dibangun di kawasan Kota Lama Semarang.

Fadli Zon menegaskan pemerintah tidak akan membangun gedung baru untuk proyek ini. "Tidak ada pembuatan bangunan baru. Kita memanfaatkan aset bangunan yang sudah ada," ujarnya.

Menyusuri Sejarah Film, Musik, dan Fotografi Nusantara

Museum Film akan memuat perjalanan perfilman Indonesia, mulai dari peralatan produksi, arsip, hingga perkembangan teknologi. Konsepnya mengacu pada museum film kelas dunia, seperti Eye Filmmuseum di Amsterdam dan museum film di Mumbai.

Museum Musik akan mengangkat sejarah musik Indonesia serta peran Bandung sebagai kota yang melahirkan banyak musisi lintas genre. Fasilitasnya dirancang mencakup pameran tetap, pameran temporer, ruang interaktif untuk mencoba alat musik, dan ruang pertunjukan.

Museum Fotografi di Semarang akan menampilkan sejarah fotografi Indonesia sejak berdirinya studio foto pertama di Batavia hingga perkembangannya saat ini. Museum itu juga akan memuat sejarah Semarang dan Jawa Tengah.

Dukungan Danantara dan Harapan Musisi

Senior Director Strategy and Transformation Danantara, Rezki M. Djohan, menyatakan pihaknya siap mendukung proses alih fungsi aset. Menurut Rezki, revitalisasi bangunan bersejarah dapat menambah nilai aset negara sekaligus memperkuat daya tarik wisata.

Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha Djumaryo mengatakan ketiga museum dirancang sebagai ruang budaya yang edukatif, interaktif, dan relevan bagi masyarakat. Musisi Dwiki Darmawan juga mendukung rencana tersebut. Ia menilai museum tematik dibutuhkan untuk menjaga arsip, rekaman, dan jejak perkembangan seni Indonesia.

Reporter: Boyke Sihombing
Sumber: voi.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top