MALUKU UTARA — Pertandingan yang sudah dinanti-nantikan akhirnya tiba. Prancis, tim dengan rekor semifinal terbaik di era modern, berhadapan dengan Spanyol yang belum pernah kalah di fase ini. Kick-off di AT&T Stadium, Dallas, dijadwalkan pukul 8 malam waktu setempat atau pukul 5 pagi AEST (Australia).
Prancis sudah delapan kali tampil di semifinal Piala Dunia. Hasilnya impresif: empat kemenangan dari lima edisi terakhir. Kekalahan terakhir mereka di babak ini terjadi pada 1986, saat dikalahkan Jerman Barat.
Spanyol justru punya rekor 100 persen. Satu-satunya semifinal yang mereka mainkan terjadi pada 2010, saat menyingkirkan Jerman dalam perjalanan menuju gelar juara pertama mereka. Partisipasi di babak final pool 1950 memang sempat diperdebatkan, tapi status mereka di semifinal modern tak terbantahkan.
Prancis melaju mulus dari Grup I. Setelah start lambat, mereka melewati Senegal, melewati badai dua jam saat melawan Irak, dan menang meyakinkan atas Norwegia B. Di fase gugur, kelas mereka mulai terlihat.
Spanyol, sebaliknya, belum benar-benar menunjukkan performa puncak. Tapi mereka selalu cukup. Penyelesaian Mikel Oyarzabal yang tenang saat melawan Austria menjadi bukti efisiensi mereka. Mereka belum kebobolan banyak, tapi juga belum benar-benar menggila.
Prancis punya pengalaman luar biasa di laga besar. Tapi Spanyol punya ketenangan yang jarang goyah. Pertandingan ini bukan soal siapa lebih berbakat, tapi siapa yang tidak melakukan kesalahan di menit-menit krusial.
Kick-off di Dallas sudah ditetapkan. Dua tim terbaik turnamen ini akan saling menghancurkan. Satu tiket final sudah menanti.