MOROTAI — Pemandangan kumuh menyambut pengunjung dan pedagang di kawasan CBD Morotai, Rabu (15/7). Tiga bak penampungan sampah di pasar utama telah penuh. Sampah rumah tangga terlihat meluber hingga ke bahu jalan.
Bau tidak sedap menyengat dari tumpukan yang sudah dibiarkan sejak sehari sebelumnya. Seorang pengendara yang melintas mengaku terganggu. "Baunya sangat menyengat saat melintas di sini. Sampahnya sudah meluber sampai ke pinggir jalan. Ini sudah dari kemarin," ujarnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pulau Morotai, Nuhayati, membenarkan lonjakan volume sampah pasca-POPDA. Ia menyebut keterbatasan armada menjadi kendala utama dalam proses pengangkutan.
"Iya benar, volume sampah meningkat pasca-POPDA. Sementara armada kami terbatas, tetapi kami dari DLH tetap berupaya mengakomodasi semua sampah yang ada di dalam kota," kata Nuhayati.
Warga berharap DLH segera mengangkut sampah yang menumpuk. Mereka juga meminta frekuensi pengangkutan ditingkatkan, terutama di kawasan CBD yang menjadi pusat aktivitas ekonomi.
"Kami berharap persoalan ini segera ditangani agar kawasan pasar tetap bersih, nyaman, dan tidak menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan maupun citra kebersihan daerah," ujar seorang warga.
Nuhayati menyatakan pihaknya terus mengoptimalkan armada yang tersedia. Seluruh titik penumpukan sampah, termasuk di kawasan CBD, ditargetkan segera teratasi.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan dengan membuang sampah pada tempat dan waktu yang telah ditentukan. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan warga menjadi kunci mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman di Pulau Morotai.