TERNATE — Bukan sekadar beralih profesi, langkah Kikong ke panggung musik adalah saluran baru untuk menyampaikan kegelisahan yang sudah lama ia rasakan di luar ring. Lewat “Rencana Gila”, ia ingin mengingatkan bahwa keberanian harus dibarengi tanggung jawab dan nilai moral, bukan sekadar nekat.
Kikong tidak asing dengan disiplin dan kerja keras. Perjalanannya di dunia bela diri dimulai sejak sekolah dasar dengan menekuni taekwondo. Saat duduk di bangku SMP, ia rutin berlatih silat karena lingkungan sekolah yang keras membuatnya terpacu meningkatkan kemampuan fisik dan mental.
Konsistensinya berlanjut hingga SMA. Baru pada usia 22 tahun, ia serius mendalami Muaythai, yang kemudian membawanya bertarung di berbagai ajang MMA dan Muaythai. Dari sanalah kariernya sebagai petarung profesional dimulai.
Menurut Kikong, lagu ini merefleksikan fenomena di era digital saat ini. “Lagu ini lahir dari keresahan melihat dunia yang semakin canggih. Semua orang ingin mengikuti perkembangan zaman dengan cepat, tetapi tidak sedikit yang menghalalkan segala cara untuk memenuhi hasrat dan keinginannya,” ujarnya kepada halmaherapost.com, Rabu (15/7/2026).
Ia menegaskan, menulis lagu dan bertarung di atas ring memiliki kesamaan: sama-sama membutuhkan keberanian. Namun, Kikong mengingatkan agar keberanian itu diwujudkan dengan cara yang benar. “Kita harus berani agar sesuatu bisa terjadi. Tapi ingat, beraninya yang masuk akal. Jangan berani dengan cara-cara haram karena pada akhirnya hanya akan merusak diri sendiri,” tegasnya.
“Rencana Gila” menjadi titik awal perjalanan bermusik Kikong. Ia mengaku telah menyiapkan sejumlah lagu lain yang akan dirangkum dalam sebuah mini album, yang ditargetkan rilis pada akhir 2026. Melalui karya-karyanya, Kikong berharap dapat menginspirasi generasi muda agar berani mengejar cita-cita dengan kerja keras, konsistensi, dan tetap berpegang pada nilai-nilai yang baik.