Pemdes Mangon di Kepulauan Sula Cairkan BLT Dana Desa Tahap II, 21 KPM Terima Rp1,8 Juta per Keluarga

Penulis: Dedi Supriadi  •  Rabu, 15 Juli 2026 | 20:20:31 WIB
Kepala Desa Mangon, Bakri Titdoy, menyerahkan BLT Dana Desa tahap II kepada 21 keluarga penerima manfaat di kantor desa, Kepulauan Sula.

SANANA — Kepala Desa Mangon, Bakri Titdoy, secara langsung menyerahkan bantuan kepada puluhan warga di kantor desa. Ia menegaskan bahwa program ini merupakan salah satu instrumen pemerintah untuk menopang kebutuhan pokok rumah tangga kurang mampu.

"Program BLT ini bertujuan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari, sekaligus menjadi penopang ekonomi keluarga penerima manfaat agar tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok," ujar Bakri dalam sambutannya.

Prioritas Penggunaan: Pangan, Pendidikan, dan Kesehatan

Bakri mengingatkan agar dana bantuan tidak digunakan untuk hal-hal konsumtif yang tidak mendesak. Ia meminta para KPM memprioritaskan pembelian bahan pangan, biaya pendidikan anak, serta kebutuhan kesehatan.

"Saya berharap bantuan ini benar-benar dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga, seperti membeli bahan pangan, biaya pendidikan anak, kebutuhan kesehatan, maupun kebutuhan penting lainnya yang dapat menunjang kesejahteraan keluarga," katanya.

Ia menambahkan, pengelolaan bantuan secara bijak menjadi kunci agar manfaat program benar-benar dirasakan hingga akhir periode.

Komitmen Transparansi dan Akuntabilitas Desa

Pemerintah Desa Mangon berkomitmen menyalurkan bantuan sosial secara transparan dan tepat sasaran. Bakri menegaskan bahwa proses verifikasi data penerima dilakukan secara ketat agar tidak ada warga yang salah sasaran.

"Saya mengimbau kepada seluruh penerima BLT agar menggunakan bantuan ini dengan sebaik-baiknya. Prioritaskan kebutuhan keluarga, kelola dengan bijak, dan manfaatkan untuk hal-hal yang benar-benar memberikan manfaat bagi rumah tangga," tegasnya.

Penyaluran BLT-DD tahap II ini menjadi bagian dari upaya desa menjaga stabilitas ekonomi warga di Kepulauan Sula, khususnya di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok yang kerap terjadi di wilayah kepulauan.

Reporter: Dedi Supriadi
Sumber: halmaherapost.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top