TERNATE — Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, melontarkan imbauan khas kepada ribuan warga yang memadati Benteng Orange saat final Piala Dunia 2026. Ia meminta pendukung tim yang kalah tidak perlu melakukan tradisi ba tobo atau mandi laut karena pertandingan berlangsung hingga dini hari.
"Kalau ada yang harus pawai, lakukan dengan tertib dan teratur. Tidak usah baku lempar, tidak usah saling menyindir," ujar Sarbin dalam sambutannya sebelum pertandingan dimulai.
Festival yang diinisiasi Korem 152/Baabullah bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Maluku Utara itu menghadirkan hiburan sebelum laga. Penampilan tarian kolosal Sanggar Gendang Gamalama memukau penonton, disusul pembagian doorprize. Hadiah utama berupa sepeda gunung diserahkan langsung Wagub Sarbin kepada Ayuni Umafagur (32), warga Kelurahan Kayu Merah.
Acara turut dihadiri Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman, Danrem 152/Baabullah Brigjen TNI Enoh Solehudin, Kabid Humas Polda Maluku Utara, Dandim 1501/Ternate Letkol Inf Jani Setiadi, Ketua TP PKK Maluku Utara Hj. Rusni Sarbin, serta pengurus Kadin Maluku Utara. Pengamanan dilakukan personel TNI dan Polri secara terpadu.
Ribuan suporter Spanyol dan Argentina memenuhi kawasan Benteng Orange dengan atribut kebanggaan masing-masing. Meski berbeda pilihan, suasana tetap aman dan penuh keakraban. Dalam sambutannya, Sarbin mengapresiasi antusiasme masyarakat selama Piala Dunia 2026.
"Festival Rakyat Nusantara menjadi titik temu kita dalam rangka mengisi pembangunan, termasuk di Maluku Utara. Fans boleh berbeda, tetapi persaudaraan sama-sama kita hargai. Mari moi ngone foturu, mari kita bersatu," kata Sarbin.
Sarbin berharap euforia Piala Dunia memotivasi generasi muda Maluku Utara mengembangkan bakat di sepak bola. "Bukan tidak mungkin, 20 tahun yang akan datang, pemain-pemain hebat dari Maluku Utara mampu tampil di level dunia," ujarnya.
Hingga peluit panjang dibunyikan dengan kemenangan Spanyol atas Argentina, suasana di Benteng Orange tetap kondusif. Festival Rakyat Nusantara 2026 pun ditutup dengan semarak, menjadi momentum memperkuat sportivitas dan kebersamaan warga Maluku Utara.