HALMAHERA UTARA — Wakil Direktur Operasi NHM, Rara Dodo Lawolo (Rado), menyebut ekosistem mangrove memiliki peran strategis menyerap emisi karbon, mencegah abrasi, dan menjaga keseimbangan pesisir.
“Melalui Komunitas Green Kaidati, NHM mendorong pemberdayaan ekonomi lokal melalui dukungan infrastruktur pembibitan mangrove dan pengembangan potensi ekowisata,” ujar Rado dalam sambutannya di Desa Kao.
Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Mangrove Desa Kao dinilai memiliki nilai ekologis tinggi. Kawasan ini mampu menyimpan karbon sekitar 4 hingga 10 kali lebih banyak per hektar dibandingkan hutan tropis daratan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Halmahera Utara, Yudihart Noya, yang mewakili Bupati, mengatakan kawasan ini juga menjadi habitat penting bagi burung Mamua dan lokasi pembiakan alami berbagai spesies ikan serta udang. “Manfaat pelestarian mangrove tidak hanya berdampak pada keberlanjutan ekosistem, tetapi juga pada perlindungan keanekaragaman hayati,” katanya.
Ketua Komunitas Green Kaidati, Zainudin Hongi, berharap permintaan bibit mangrove dari NHM, pemerintah daerah, dan provinsi bisa melibatkan kelompoknya secara berkelanjutan. “Dengan adanya permintaan bibit mangrove secara berkelanjutan, anggota komunitas dapat memperoleh manfaat ekonomi secara langsung,” ujarnya.
Kegiatan penanaman ini dihadiri jajaran Forkopimcam Kao, Kepala Desa, serta perwakilan Kejaksaan Negeri Halmahera Utara. Acara mengusung tema “Menjaga Mangrove, Mengamankan Generasi Mendatang” sesuai arahan Kementerian Lingkungan Hidup untuk memperkuat perlindungan ekosistem pesisir.
Melalui kolaborasi lintas sektor ini, NHM menegaskan komitmennya terhadap implementasi prinsip ESG yang berkelanjutan dan berstandar global. Perusahaan menyebut program ini tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat sosial bagi masyarakat sekitar.