TOBELO — Piter Delaputua, petani kelapa di Desa Duma, Kecamatan Galela Barat, mengaku kehadiran pabrik pengolahan kelapa PT NICO telah meringankan beban ekonomi yang selama ini membebani para pekebun. Sebelumnya, petani harus mengeluarkan biaya untuk membersihkan lokasi kebun, upah pemanjat, sewa karung, hingga biaya makan minum pekerja saat panen tiba.
"Perlu diketahui sebelumnya, proses memanen buah kelapa harus butuh perjuangan panjang serta pikir lagi biaya paras (kebersihan lokasi kebun), biaya manjat, biaya kumpul, biaya sewa karung, biaya membelah dan mengorek batok kelapa sampai biaya pikul," ujar Piter kepada awak media.
Kini, melalui pancang-pancang (titik penampungan) yang tersebar di Galela Barat, seluruh proses tersebut ditangani langsung oleh PT NICO. Petani hanya perlu menjual hasil kebunnya tanpa pusing memikirkan ongkos operasional yang kerap menggerus pendapatan.
Piter menjelaskan, kondisi sebelumnya membuat petani sering kali tidak menikmati hasil jerih payahnya. Pendapatan dari penjualan kelapa habis digunakan untuk membayar berbagai biaya panen yang jumlahnya tidak sedikit.
"Dulunya hasil panen petani habis di pembiayaan ongkos untuk kebersihan lokasi kebun, biaya sewa manjat, biaya kumpul buah kelapa, biaya membelah dan mengorek batok kelapa sampai biaya pengangkutan hasil panen dan lainnya," ungkapnya.
Ramles Moreng, petani lainnya, menegaskan bahwa dampak positif PT NICO tidak hanya dirasakan dari sisi kemudahan panen. Perusahaan juga membuka lapangan kerja bagi warga sekitar yang ditempatkan di setiap titik pancang.
"Kehadiran PT NICO, kalau mau dibilang jujur sangat membantu sekali bagi kami petani kelapa, karena selain pekerjakan petani sebagai karyawan di setiap pancang, juga membantu perekonomian petani yang punya lokasi kebun kelapa," tutur Ramles.
Abdon Harangata, warga Galela Barat, menambahkan bahwa penyerapan tenaga kerja di pancang setempat telah berjalan masif. Ia berharap pemerintah daerah terus melakukan lobi agar kemitraan dengan investor seperti PT NICO semakin diperkuat.
Harapan itu disampaikan agar perusahaan pengolahan kelapa di Halut ini terus berkembang dan mendorong perekonomian masyarakat lebih terbantu lagi ke depannya.