TERNATE — Persiapan panitia Cendekia Basic Writing II (CBW II) telah mencapai 85 persen jelang pelaksanaan pada 13–14 Agustus 2026. Antusiasme calon peserta bahkan melampaui target awal yang ditetapkan panitia.
Koordinator CBW II, Tomikal, mengungkapkan jumlah peserta yang mendaftar mencapai 40 orang, jauh melebihi target 25 orang yang dipatok ICMI Orwil Maluku Utara. Hal ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap pelatihan kepenulisan di daerah tersebut.
Rangkaian acara akan dimulai dengan penandatanganan kerja sama antara ICMI Orwil Malut dan FEBI IAIN Ternate. Momen ini menjadi simbol komitmen kedua lembaga dalam mengembangkan sumber daya manusia di bidang literasi.
Kegiatan ini rencananya dibuka secara resmi oleh Ketua ICMI Orwil Malut, Dr. Kasman Hi. Ahmad, M.Pd. Pembukaan tersebut juga akan disaksikan langsung oleh Rektor IAIN Ternate, Dr. Adnan Mahmud, M.Ag.
Panitia tidak main-main dalam menyiapkan materi. Sejumlah fasilitator handal dilibatkan untuk mendampingi para peserta selama dua hari pelatihan. Mereka adalah Darsis Humah, Agus SB, M. Asghar Saleh, Herman Oesman, Murid Tonirio, Abd. Rauf Wajo, dan Syarifuddin Usman.
Uniknya, panitia juga mengajak dua alumni CBW I, yakni Abd. Rahman dan Ummulkhairy M. Dun, untuk berbagi pengalaman. Keterlibatan alumni ini diharapkan bisa menjadi motivasi bagi peserta baru untuk serius mengikuti pelatihan.
CBW II tidak hanya berhenti pada pelatihan menulis. Seperti halnya pelaksanaan CBW I pada 2023, kegiatan ini menargetkan luaran berupa penerbitan buku antologi yang berisi kumpulan tulisan para peserta.
Artinya, setiap peserta memiliki kesempatan untuk melihat karyanya dibukukan. Ini menjadi daya tarik tersendiri yang membuat kuota peserta cepat terpenuhi.
Dalam pengelolaan acara, Tomikal dibantu oleh pengurus ICMI Orwil Malut lainnya, yaitu Ummulkhairy M. Dun dan Regita M. Hijri Abbas. Ketiganya bertanggung jawab memastikan seluruh rangkaian acara berjalan lancar.
Dengan persiapan yang hampir rampung, CBW II siap menjadi ajang kaderisasi penulis baru di Maluku Utara. Kegiatan ini sekaligus menegaskan peran ICMI dalam mendorong literasi dan pengembangan intelektual di kawasan timur Indonesia.