Pemprov Maluku Utara Revitalisasi 68 Sekolah dengan Dana Rp53 Miliar, Gubernur Sherly Tinjau Langsung SMAN 5 Tikep

Penulis: Edi Wahyono  •  Kamis, 06 Agustus 2026 | 15:04:31 WIB
Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos meninjau revitalisasi SMAN 5 Tidore Kepulauan yang didanai APBD Rp53 miliar untuk 68 sekolah.

TIDORE — Sebanyak 68 sekolah di Maluku Utara masuk daftar revitalisasi menggunakan APBD Tahun Anggaran 2026 dengan total anggaran Rp53 miliar. Selain itu, 75 sekolah lainnya menerima program serupa melalui APBN Tahun Anggaran 2025 dengan nilai mencapai Rp92 miliar.

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, meninjau langsung pelaksanaan revitalisasi SMAN 5 Tidore Kepulauan. Dalam kunjungan itu, ia didampingi jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara serta Kepala SMAN 5 Tidore Kepulauan.

Auditorium SMAN 5 Tikep Menelan Anggaran Rp3,7 Miliar

Sejumlah proyek yang dibiayai melalui program tersebut di antaranya pembangunan auditorium SMAN 5 Tidore Kepulauan senilai Rp3,7 miliar, gedung kelas SMAN 2 Ternate Rp3 miliar, dan gedung kelas SMKN 1 Pulau Taliabu Rp2,2 miliar.

Kemudian auditorium SMAN 2 Halmahera Timur Rp2,1 miliar, gedung kelas SMAN 1 Halmahera Tengah Rp1,8 miliar, serta pembangunan tiga ruang kelas SMAN 8 Ternate senilai Rp1,7 miliar.

Gubernur: Kenyamanan Belajar Kunci Pendorong Prestasi Siswa

Sherly menyempatkan diri menyapa para siswa dan berkeliling melihat fasilitas sekolah yang akan direvitalisasi. Ia menilai lingkungan belajar yang nyaman menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong prestasi siswa dan kualitas pendidikan secara menyeluruh.

"Program revitalisasi sekolah merupakan salah satu bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di berbagai daerah," kata Sherly, 6 Agustus 2026.

Pemerataan Akses Pendidikan Hingga Daerah Terpencil

Sherly menegaskan pentingnya penyelesaian pembangunan revitalisasi secara menyeluruh agar manfaatnya segera dirasakan oleh para peserta didik. Ia berharap program ini mampu memperkuat pemerataan akses pendidikan hingga ke daerah-daerah yang masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana.

"Melalui program ini, kami berharap kualitas lingkungan belajar semakin baik, sekaligus memperkuat pemerataan akses pendidikan hingga ke daerah-daerah yang masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana," pungkasnya.

Reporter: Edi Wahyono
Sumber: halmaheranesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top