SOFIFI — Sherly Laos menegaskan bahwa persoalan utama rendahnya cakupan imunisasi di Maluku Utara bukanlah ketersediaan vaksin, melainkan ketakutan masyarakat dan maraknya informasi keliru yang beredar. Padahal, imunisasi merupakan langkah pencegahan paling efektif terhadap sejumlah penyakit berbahaya seperti campak, difteri, polio, tetanus, hingga kanker leher rahim.
“Bukan dengan pengobatan yang mahal, tetapi dengan imunisasi,” kata Sherly dalam pernyataannya, baru-baru ini.
Maluku Utara tercatat masih menghadapi kejadian luar biasa akibat penyakit yang seharusnya bisa dicegah ini. Pada 2025, terdapat kasus kematian anak yang disebabkan oleh difteri dan polio.
Sherly menegaskan, kekhawatiran bahwa imunisasi dapat menyebabkan kelumpuhan atau kematian adalah anggapan yang keliru. Justru sebaliknya, anak yang tidak mendapatkan imunisasi memiliki risiko jauh lebih besar mengalami kecacatan permanen hingga kematian akibat infeksi penyakit.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara memastikan seluruh jenis vaksin dasar tersedia tanpa biaya di berbagai fasilitas kesehatan. Layanan ini juga menjangkau lingkungan pendidikan melalui program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).
“Vaksin tersedia gratis di sekolah, posyandu, puskesmas, dan fasilitas kesehatan. Mari pastikan setiap anak mendapatkan imunisasi lengkap sesuai jadwal,” tegasnya.
Untuk memastikan tidak ada lagi anak yang terlewat imunisasi, Sherly mengajak seluruh elemen masyarakat bergerak bersama. Ia menyebut orang tua, guru, tokoh agama, tokoh masyarakat, tenaga kesehatan, media, dan generasi muda memiliki peran strategis dalam menyukseskan BIAS.
Ajakan ini dinilai krusial untuk memutus rantai penularan penyakit yang selama ini masih muncul di sejumlah daerah di Maluku Utara. Edukasi publik yang masif diharapkan mampu meluruskan misinformasi yang kerap membuat orang tua enggan membawa anaknya ke posyandu.
Menurut Sherly, memastikan anak tumbuh sehat adalah investasi paling berharga bagi pembangunan daerah ke depan. Anak yang sehat memiliki kesempatan lebih besar untuk belajar, berkembang, dan meraih cita-cita.
“Tidak ada hadiah yang lebih berharga bagi seorang anak selain kesempatan untuk tumbuh sehat, belajar, dan meraih cita-cita,” tuturnya.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat memperkuat kesadaran kolektif tentang pentingnya imunisasi demi melindungi generasi muda Maluku Utara. “Mari lengkapi imunisasi, lindungi generasi dan bersama wujudkan Maluku Utara yang lebih sehat menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.