Pemkot Tidore dan UMMU Buka Fakultas Kedokteran Gigi di Kota Tidore, ASN Bisa Kuliah S2 Lewat Jalur RPL

Penulis: Boyke Sihombing  •  Selasa, 11 Agustus 2026 | 16:00:01 WIB
Suasana sosialisasi Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan program pascasarjana UMMU di Aula Handayani, Dinas Pendidikan Kota Tidore, Selasa (11/8/2026).

TIDORE — Rencana pembukaan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) di Kota Tidore Kepulauan kini memasuki babak konkret. Hal itu menyusul sosialisasi Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan program pascasarjana yang digelar di Aula Handayani, Dinas Pendidikan Kota Tidore, Selasa (11/8/2026).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman bidang pendidikan yang diteken Wali Kota Tidore Muhammad Sinen dan Wakil Wali Kota Ahmad Laiman bersama pihak UMMU. Asisten Bidang Administrasi Umum Syofyan Saraha yang hadir mewakili wali kota menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah langkah awal untuk mendorong putra-putri daerah menempuh pendidikan lebih tinggi.

“Pendidikan dan kesehatan menjadi prioritas utama pemda Tidore, sehingga kami terus membuka ruang kerjasama dengan berbagai universitas. Saat ini juga Pemkot Tidore dan UMMU Ternate telah melakukan penandatanganan MoU, sehingga ini juga langkah awal untuk memulai bagaimana bisa meningkatkan SDM pascasarjana maupun yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana maupun pasca sarjana di UMMU Ternate,” ujar Syofyan.

FKG UMMU Bakal Dibuka di Kota Tidore

Wakil Rektor I UMMU Abdurrahman Kader mengungkapkan, pembukaan FKG menjadi salah satu poin strategis dalam kerja sama ini. Kehadiran fakultas tersebut dinilai mampu menjawab kebutuhan tenaga kesehatan gigi di Maluku Utara.

“Melalui kerja sama ini, diharapkan putra-putri daerah memiliki kesempatan yang lebih besar untuk memperoleh pendidikan kedokteran gigi tanpa harus meninggalkan daerah, karena nantinya Fakultas Kedokteran Gigi ini akan dibuka di Kota Tidore,” kata Abdurrahman.

Dengan adanya FKG di Tidore, calon mahasiswa tidak perlu lagi merantau jauh untuk menempuh studi kedokteran gigi. Kehadiran kampus ini juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi lokal serta meningkatkan layanan kesehatan masyarakat di wilayah kepulauan.

Program Magister untuk ASN dan Guru

Selain FKG, UMMU menawarkan tiga program studi magister bagi ASN dan tenaga pendidik di lingkungan Pemkot Tidore. Ketiga prodi tersebut adalah Magister Administrasi Publik, Magister Kesehatan Masyarakat, dan Magister Politik.

Program ini dirancang fleksibel dengan skema RPL, sehingga pengalaman kerja dan pelatihan yang pernah diikuti ASN bisa dikonversi menjadi satuan kredit semester. Jalur ini memungkinkan guru dan pegawai mempercepat masa studi tanpa mengorbankan jam kerja.

Kegiatan sosialisasi tersebut turut dihadiri Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Tidore Kepulauan Nuraen Dukomalamo, perwakilan ASN, serta perwakilan guru se-Kota Tidore. Antusiasme peserta terlihat dari sesi tanya jawab yang membahas teknis pendaftaran, biaya kuliah, hingga jadwal perkuliahan yang tidak mengganggu tugas pokok.

Sinergi Pendidikan dan Kesehatan Jadi Prioritas

Syofyan menambahkan, kolaborasi dengan UMMU sejalan dengan visi pembangunan SDM unggul di Tidore. Pemerintah kota tidak hanya fokus pada peningkatan kualitas tenaga pendidik, tetapi juga memastikan layanan kesehatan masyarakat berjalan optimal.

“Pendidikan dan kesehatan menjadi prioritas utama pemda Tidore,” tegasnya.

Ke depan, Pemkot Tidore dan UMMU dijadwalkan merampungkan detail teknis pembangunan FKG, termasuk lokasi kampus dan kurikulum. Jika terealisasi, Tidore akan menjadi kota kedua di Maluku Utara yang memiliki fakultas kedokteran gigi setelah Ternate.

Reporter: Boyke Sihombing
Sumber: tandaseru.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top