MALUKU UTARA — Gempa berkekuatan M 7,0 yang berpusat di darat itu terasa sangat kuat hingga ke sejumlah kabupaten tetangga di Pulau Flores. Data awal yang dihimpun dari lapangan menyebutkan dua korban jiwa akibat tertimpa material bangunan yang roboh. Warga yang selamat kini mengungsi ke tempat yang lebih tinggi karena adanya kekhawatiran akan terjadi gempa susulan.
Korban meninggal dunia dilaporkan berada di dua lokasi berbeda dalam wilayah Kabupaten Nagekeo. Selain korban jiwa, guncangan juga menyebabkan sejumlah rumah warga, fasilitas umum, dan tempat ibadah mengalami kerusakan berat hingga sedang.
Getaran yang berlangsung beberapa detik itu membuat warga berhamburan keluar rumah. Di sejumlah titik, terlihat bangunan yang dindingnya retak dan atapnya runtuh. Proses evakuasi dan pendataan masih terus dilakukan oleh petugas gabungan dari BPBD, TNI, dan Polri hingga malam hari.
Menyusul guncangan pertama, sebagian besar warga di wilayah pesisir Nagekeo memilih bertahan di tempat terbuka. Mereka khawatir terhadap potensi tsunami meskipun belum ada peringatan resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai gelombang tinggi.
Kepala desa setempat melalui koordinator lapangan melaporkan bahwa listrik padam di beberapa kecamatan, menyulitkan koordinasi di malam hari. Warga yang rumahnya rusak berat terpaksa mengungsi ke rumah kerabat yang lebih aman atau mendirikan tenda darurat di halaman kantor desa.
Petugas BPBD Nagekeo bergerak ke titik-titik terdampak untuk memastikan tidak ada korban lain yang tertimbun reruntuhan. Alat berat mulai dikerahkan untuk membersihkan puing-puing bangunan yang menghalangi akses jalan utama menuju lokasi terdampak.
Kebutuhan mendesak yang dilaporkan pertama kali adalah terpal, makanan siap saji, serta air bersih untuk para pengungsi. Pemerintah kabupaten melalui posko tanggap darurat berkoordinasi dengan pemerintah provinsi untuk mempercepat pengiriman bantuan logistik ke lokasi bencana.
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun waspada terhadap potensi gempa bumi susulan yang berkekuatan lebih kecil. Warga diminta untuk menjauhi bangunan yang sudah retak atau rusak strukturnya karena berisiko ambruk saat terjadi getaran lanjutan.
Hingga berita ini diturunkan, aktivitas masyarakat di Nagekeo mulai berangsur pulih meski masih dibayangi kekhawatiran. Pemerintah daerah menegaskan prioritas utama saat ini adalah keselamatan warga dan percepatan pemulihan kondisi infrastruktur dasar.