7 Tempat Makan Legendaris di Bandung yang Masih Eksis Sejak Era Kolonial, Ada yang Berdiri Sebelum 1918

Penulis: Dedi Supriadi  •  Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:00:31 WIB
Suasana ruang makan Braga Permai yang telah berdiri sejak 1918 di kawasan Braga, Bandung, masih mempertahankan ciri khas bangunan kolonialnya.

MALUKU UTARA — Menjelang peringatan HUT ke-81 RI, menelusuri sejarah lewat kuliner bisa jadi pilihan wisata yang berbeda. Kota Bandung punya setidaknya tujuh tempat makan yang berdiri sejak masa kolonial Belanda, bahkan ada yang eksis puluhan tahun sebelum proklamasi dibacakan. Cita rasa yang dipertahankan lintas generasi menjadikan tempat-tempat ini langganan tetap wisatawan lokal maupun mancanegara.

Roti Klasik dan Suasana Hindia Belanda di Jalan Braga

Kawasan Braga menjadi titik konsentrasi kuliner bersejarah. Di sini, pengunjung bisa menikmati roti legendaris di Sumber Hidangan yang berdiri sejak 1929. Toko roti yang dulu bernama Het Soephuis ini tidak pernah pindah dari Jalan Braga No. 20-22, dan masih menyajikan croissant, bitterballen, hingga chocolates rotsjes.

Interior bangunannya mempertahankan ciri kolonial dengan langit-langit tinggi, jendela besar, mesin kasir kuno, dan radio tua. Beberapa langkah dari sana, Braga Permai menawarkan pengalaman bersantap di bangunan cagar budaya yang berdiri sejak 1918. Restoran yang dulu bernama Maison Bogerijen ini terkenal dengan menu Indonesia dan Eropa, termasuk kue khas Belanda seperti speculaas almond dan ontbijtkoek.

Tidak jauh dari kedua tempat itu, Rasa Bakery & Cafe yang berdiri sejak 1931 masih mempertahankan fasad ikoniknya. Meski bangunan sudah direnovasi, menu legendaris seperti Lontong Cap Gomeh, Poffertjes, dan es krim Coconut Royale yang disajikan dalam batok kelapa tetap menjadi andalan.

Dari Pengolahan Susu hingga Kedai Kopi Tua

BMC 1928 punya cerita berbeda. Bangunan di kawasan Merdeka ini awalnya merupakan pusat pengolahan susu pertama di Bandung sebelum beralih fungsi menjadi restoran keluarga. Kini pengunjung bisa memesan Sop Buntut BMC, Bistik Sapi, hingga camilan Beef Croquette. Minuman andalannya, BMC Signature Milk, dibuat dari susu sapi berkualitas yang menjadi ciri khas tempat ini.

Bagi pecinta kopi, Warung Kopi Purnama di Braga menyajikan suasana klasik yang masih dipertahankan sejak 1930. Kedai yang awalnya bernama Chang Chong Se ini selalu ramai dari pagi hingga malam. Menu utamanya sederhana: kopi susu panas dengan rasa manis seimbang atau es kopi hitam yang nikmat.

Warung Legendaris di Sekitar Stasiun dan Pasar Cihapit

Sate Hadori yang berjualan sejak 1940 berada di dekat Stasiun Bandung. Tempat ini dikenal sebagai pelopor sate kambing di kota tersebut, menggunakan daging paha belakang kambing betina muda. Sate Sinereut, menu andalannya, punya tekstur empuk tanpa bau prengus dan disajikan dengan kecap, bawang merah, cabai, serta bumbu kacang.

Di dalam Pasar Cihapit, Warung Nasi Mak Eha berdiri sejak 1947, bahkan sebelum pasar itu terbentuk seperti sekarang. Resep masakan Sunda dari sang ibu masih dipertahankan. Lauk rumahan seperti gepuk, soto Bandung, rendang, dan pepes disajikan dengan sambal dadak serta karedok. Meski lokasinya tersembunyi, warung ini selalu dipadati pelanggan dari berbagai kalangan.

Tips Menjelajah Kuliner Bersejarah di Bandung

Sebagian besar tempat makan di atas berada di kawasan Braga yang bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Untuk Sate Hadori dan Warung Nasi Mak Eha, pengunjung perlu menggunakan kendaraan karena lokasinya terpisah. Datanglah di hari kerja untuk menghindari antrean panjang, terutama di akhir pekan. Informasi jam buka dan menu terkini sebaiknya dikonfirmasi langsung ke masing-masing tempat sebelum berkunjung.

Reporter: Dedi Supriadi
Sumber: food.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top