TERNATE — Arus kedatangan pengurus dan delegasi Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) mulai memasuki Kota Ternate, Maluku Utara. Rombongan pertama yang dipimpin Direktur Eksekutif JKPI tiba pada Rabu pagi (19/8/2026) dan langsung disambut Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly, bersama sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Bandara Sultan Babullah.
Kedatangan ini menandai babak akhir persiapan Ternate sebagai tuan rumah Rakernas XII JKPI yang akan digelar pada 26-30 Agustus 2026. Pemkot Ternate menargetkan agenda ini tidak sekadar menjadi pertemuan organisasi, tetapi juga momentum strategis untuk memperkuat citra kota sebagai bagian penting dari jalur rempah dunia.
Rizal menyampaikan bahwa seluruh perangkat daerah yang terlibat dalam kepanitiaan terus mematangkan kebutuhan penyelenggaraan. Ia memastikan aspek pelayanan tamu, akomodasi, transportasi, hingga keamanan telah disiapkan secara detail.
“Selamat datang di Kota Rempah kepada rombongan dan para delegasi Rakernas XII JKPI 2026. Merupakan suatu kehormatan bagi Pemerintah Kota dan seluruh masyarakat Ternate dapat menjadi tuan rumah bagi agenda nasional yang sangat penting ini,” ujar Rizal dalam sambutannya.
Kehadiran ratusan peserta dari berbagai kota pusaka di Indonesia ini diproyeksikan memberi dampak nyata bagi perekonomian masyarakat. Sektor perhotelan, transportasi, kuliner, hingga UMKM dipastikan akan bergerak selama sepekan penyelenggaraan.
Pemkot Ternate menyebut perputaran uang dari sektor jasa dan perdagangan selama acara berlangsung menjadi peluang yang tidak boleh disia-siakan pelaku usaha setempat. Rizal berharap efek ekonomi ini bisa dirasakan langsung oleh masyarakat luas.
“Ini tentu menjadi peluang bagi masyarakat. Kita berharap kehadiran ratusan peserta dapat ikut menggerakkan ekonomi masyarakat dan memberikan dampak positif bagi pelaku usaha di Ternate,” ungkapnya.
Selain aspek ekonomi, Rakernas XII JKPI juga menjadi ruang kolaborasi antarkota pusaka untuk bertukar pengalaman dalam pelestarian cagar budaya dan pengelolaan kawasan sejarah. Ternate dinilai memiliki kekayaan sejarah yang kuat, terutama terkait era kolonialisme dan perdagangan rempah.
Rizal menegaskan bahwa koordinasi lintas sektor terus diperkuat untuk memastikan seluruh kebutuhan delegasi terpenuhi hingga puncak pelaksanaan Rakernas. Penjemputan langsung oleh jajaran Pemkot menjadi bentuk komitmen memberikan pelayanan terbaik kepada para tamu.
“Kami terus memastikan seluruh persiapan berjalan dengan baik. Harapannya, para delegasi merasa nyaman selama berada di Ternate dan seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung lancar dan sukses,” katanya.
Dengan tema besar yang diusung, Ternate ingin menegaskan posisinya sebagai episentrum rempah dunia. Keberhasilan menjadi tuan rumah diharapkan membuka peluang promosi sejarah dan kebudayaan Ternate di tingkat nasional maupun internasional.