TERNATE — Kota Ternate bersiap menjadi tuan rumah pertemuan tahunan para pengelola kota pusaka se-Indonesia. Berdasarkan data panitia per Selasa (18/8), total rombongan yang terdaftar mencapai 868 orang, terdiri dari 37 kepala daerah, 15 wakil kepala daerah, dan enam perwakilan resmi dari total 47 kabupaten/kota peserta.
Ketua Panitia Rakernas JKPI ke-12, Rizal Marsaoly, menyebut angka tersebut mencakup delegasi dari 32 kota dan 15 kabupaten yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
"Total kepala daerah dan wakil kepala daerah serta yang mewakili itu semuanya ada 58. Total keseluruhan rombongan 868 peserta," ujar Rizal, Selasa (18/8/2026).
Selain delegasi daerah, sejumlah pejabat pemerintah pusat dijadwalkan hadir dalam forum tersebut. Menteri Kebudayaan RI, Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Kepala Perpustakaan Nasional RI, dan Kepala Arsip Nasional RI masuk dalam daftar tamu undangan.
Rizal menambahkan, kesiapan teknis penyelenggaraan sudah hampir rampung. Tiga lokasi utama yakni Fort Oranje, Lapangan Ngaralamo, dan Hotel Bela Internasional telah disiapkan untuk menampung rangkaian kegiatan.
"Untuk kegiatan Rakernas JKPI sendiri semua clear. Tinggal perbaikan beberapa fasilitas sarana dan prasarana di ruang publik," katanya.
Gelombang kedatangan peserta mulai berlangsung Rabu (19/8). Sebagian besar delegasi tiba melalui Bandara Sultan Babullah, sementara sekitar 100 peserta lainnya memilih jalur laut dan akan turun di Pelabuhan Ahmad Yani menggunakan kapal.
Panitia menyiapkan skema penjemputan terpisah untuk dua moda transportasi tersebut agar proses registrasi dan akomodasi berjalan lancar.
Rakernas JKPI ke-12 di Ternate diharapkan menjadi ajang penguatan kerja sama antardaerah dalam pelestarian, pengembangan, dan pemanfaatan kawasan pusaka. Kota Ternate sendiri dikenal memiliki benteng-benteng peninggalan kolonial serta situs sejarah Kesultanan Ternate yang masuk dalam daftar cagar budaya nasional.
Forum ini juga menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah untuk bertukar pengalaman dalam mengelola kawasan bersejarah agar berdampak pada ekonomi warga setempat.