JAILOLO — Ketua Semaindo Halmahera Barat, Sahrir Jamsin, menyampaikan desakan pemeriksaan terhadap Kepala Kantor UPP Kelas III Jailolo, Rosihan Gamtjim, pada Selasa (18/8/2026). Organisasi kemahasiswaan itu menilai manajemen pelabuhan gagal menjalankan fungsi pengawasan atas aktivitas sandar dan lalu lintas kapal di dermaga.
Tabrakan antara KM Permata Obi dan KM Queen Mary terjadi di area pelabuhan. Peristiwa ini meninggalkan dampak psikologis mendalam bagi penumpang yang berada di atas kapal saat kejadian. Semaindo menegaskan persoalan ini tidak bisa dianggap remeh karena menyangkut keselamatan jiwa masyarakat.
Trauma Penumpang Jadi Sorotan Utama
Sahrir Jamsin menyoroti langsung dampak yang dialami para korban selamat. Menurutnya, insiden tabrakan di perairan pelabuhan bukan perkara kecil, terlebih jika sampai menimbulkan kepanikan massal di tengah laut.
"Ini masalah yang harus diseriusi, apalagi soal nyawa orang, penumpang yang berada di kapal saat kejadian sangat trauma dengan insiden tersebut," kata Sahrir kepada media, Selasa (18/8/2026).
Trauma penumpang menjadi pintu masuk evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola keselamatan pelabuhan di Jailolo. Persoalan ini bukan sekadar insiden teknis semata.
Polres Diminta Tidak Tinggal Diam
Semaindo secara khusus meminta aparat kepolisian segera mengusut tuntas akar masalah tabrakan tersebut. Desakan ini dilayangkan agar tidak ada lagi celah kelalaian yang berulang di kemudian hari.
"Kami minta Polres Halbar agar jangan tinggal diam, ini menyangkut kepentingan masyarakat yang bepergian melalui jalur Pelabuhan Jailolo. Jadi persoalan ini harus diusut tuntas," tandas Sahrir.
Langkah hukum dinilai penting untuk memberikan efek jera. Selain itu, langkah ini memastikan standar operasional prosedur (SOP) keselamatan pelayaran di kawasan itu benar-benar dijalankan oleh seluruh personel UPP Kelas III Jailolo.
Evaluasi Pengawasan Dermaga Mendesak Dilakukan
Insiden ini membuka celah lemahnya koordinasi antara operator kapal dan petugas pengatur lalu lintas di pelabuhan. Publik menanti langkah konkret dari kepolisian dan instansi terkait untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang.
Pelabuhan Jailolo merupakan salah satu simpul transportasi laut penting di Halmahera Barat. Pelabuhan ini melayani mobilitas penumpang dan barang antarpulau. Kegagalan pengawasan di titik ini berdampak langsung pada kepercayaan masyarakat terhadap layanan angkutan laut nasional.