Pencarian

Jalur Trans Flores Ende-Bajawa Kembali Terbuka, Longsoran Setinggi 30 Meter Dibersihkan Bertahap

Sabtu, 22 Agustus 2026 • 17:09:01 WIB
Jalur Trans Flores Ende-Bajawa Kembali Terbuka, Longsoran Setinggi 30 Meter Dibersihkan Bertahap
Petugas membersihkan material longsoran setinggi 30 meter di KM 4+350 Jalur Trans Flores Ende-Bajawa secara bertahap.

MALUKU UTARA — Pembersihan material tanah berpasir dan bebatuan yang menutup total badan jalan di KM 4+350 itu berlangsung bertahap sejak awal pekan. Pada hari pertama, jalur hanya bisa dilewati kendaraan roda dua, sebelum akhirnya dibuka penuh untuk seluruh jenis kendaraan pada Kamis, 20 Agustus 2026.

Berdasarkan pantauan Tim Bidang Komunikasi Kebencanaan BNPB, seluruh badan jalan di titik longsor sudah terbuka dan aktivitas transportasi mulai kembali normal. Meski begitu, pekerjaan lapangan belum sepenuhnya usai.

Sisa Material di Tebing Masih Berisiko Longsor Susulan

Material sisa longsoran yang menumpuk di bagian atas lereng masih dibersihkan secara hati-hati. Gempa susulan berkekuatan M 6,0 yang mengguncang wilayah tersebut Kamis siang selama sekitar 10 detik sempat menghentikan seluruh operasional alat berat demi keselamatan petugas.

Potensi runtuhan baru ke badan jalan masih mengintai selama aktivitas seismik belum mereda. Kondisi ini yang membuat pengguna jalan diminta tetap waspada meski akses utama penghubung Ende dan Nagekeo tersebut sudah bisa dilalui.

Konektivitas dan Jaringan Komunikasi Mulai Pulih

Terbukanya kembali Trans Flores membuat distribusi logistik dan mobilitas warga antara Ende dan Nagekeo berangsur normal. Selain membersihkan badan jalan, tim gabungan juga memulihkan jalur kabel serat optik yang ikut terputus akibat tertimbun material longsor.

Gangguan komunikasi di koridor Ende-Nagekeo yang sempat terjadi pascagempa kini berangsur teratasi seiring selesainya perbaikan infrastruktur telekomunikasi tersebut.

Penguatan Tebing Jadi Prioritas Penanganan Berikutnya

Tahap selanjutnya diarahkan pada penguatan struktur tebing untuk mengantisipasi longsor susulan. BPJN NTT juga tengah memetakan kebutuhan revitalisasi infrastruktur di titik-titik rawan di sepanjang jalur tersebut.

Dengan jalur yang kembali terbuka, aktivitas masyarakat diharapkan pulih sepenuhnya dalam beberapa hari ke depan. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat kondisi di sekitar lokasi masih dalam tahap penanganan pascabencana.

Follow kabarternate.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: medcom.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks