TERNATE — Seluruh pedagang kopi yang selama ini berjualan di trotoar atau pedestrian Lapangan Ngaralamo wajib pindah ke dalam area lapangan. Aturan ini disepakati dalam rapat koordinasi yang digelar Pemkot Ternate bersama Polres Ternate, OPD terkait, pengelola lapangan, pemerintah kelurahan, dan lima perwakilan pedagang kopi pada Jumat, 21 Agustus 2026.
Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly, menegaskan kebijakan ini diambil untuk mengembalikan hak pejalan kaki dan kelancaran pengguna jalan.
"Sesuai arahan Wali Kota dan petunjuk Kapolres melalui Kasat Lantas, tidak ada lagi pedagang kopi yang menempati pedestrian atau trotoar. Seluruh pedagang masuk ke area dalam Lapangan Ngaralamo agar hak pejalan kaki dan pengguna jalan dapat terlayani dengan baik," kata Rizal.
Parkir Sisi Timur Disterilkan, Sisi Selatan Jadi Kantong Motor
Penataan kawasan juga menyentuh pengaturan parkir. Di sisi barat, kendaraan hanya diizinkan parkir satu baris. Sementara sisi timur harus steril dari aktivitas parkir. Adapun sisi selatan, mulai dari Tugu Adipura hingga Arena Zumba, ditutup dengan barikade Satlantas dan difungsikan sebagai kantong parkir roda dua.
Rizal menjelaskan pengaturan ini untuk mencegah kemacetan dan memastikan jalur darurat tetap terbuka bagi kendaraan prioritas seperti pemadam kebakaran dan ambulans.
Retribusi Lapak Rp 10 Ribu per Malam, Bisa Patungan Dua Pedagang
Kepala BP2RD menyepakati tarif retribusi lapak sebesar Rp 10.000 per malam untuk setiap tenant. Namun, satu tenant yang ditempati dua pedagang akan dihitung sebagai satu pembayaran kolektif, sehingga masing-masing pedagang hanya membayar Rp 5.000 per malam.
Retribusi sampah tetap diberlakukan. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) diminta berkoordinasi dengan pengelola untuk menjaga kebersihan kawasan.
Mengapa Coto dan Ayam Geprek Dilarang di Kopi Street?
Pemkot Ternate bersama pedagang juga menyepakati pembatasan jenis dagangan. Makanan berat seperti coto, ayam geprek, dan kuliner berminyak lainnya tidak boleh dijual di arena Kopi Street Ngaralamo.
"Kawasan Ngaralamo diprioritaskan khusus untuk pedagang kopi. Kami menghindari limbah minyak dari makanan berat yang dapat merusak fasilitas umum dan mengganggu estetika ruang kota," ujar Rizal.
Disiapkan untuk Rakernas JKPI, 1.000 Delegasi Bakal Datang
Penataan ini menjadi bagian dari persiapan Ternate sebagai tuan rumah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) yang dijadwalkan berlangsung pada 26–30 Agustus 2026. Hampir 1.000 delegasi diperkirakan hadir, dan kawasan Ngaralamo disiapkan sebagai salah satu lokasi nongkrong malam bagi para tamu.
Selain Ngaralamo, lokasi lain yang direkomendasikan yakni Jarod, Sinar Gemilang, Songara, Uyo, Falakanci, hingga kedai kopi lainnya.
Rizal menegaskan penataan ini bukan hanya untuk menyambut Rakernas JKPI, melainkan bagian dari upaya berkelanjutan menata ruang publik dan kawasan UMKM. Pola serupa akan diterapkan bertahap di Pantai Falajawa, Jole Majiko Dufa-Dufa, hingga Daulasi.