TERNATE — Universitas Khairun (Unkhair) mengukuhkan 856 lulusan pada wisuda Periode II Tahun Akademik 2025/2026 yang berlangsung di Aula Banau, Kampus I Unkhair, Kelurahan Akehuda, Kota Ternate, Sabtu (22/8/2026). Ribuan keluarga dan undangan memadati lokasi acara untuk menyaksikan prosesi pengukuhan yang berlangsung khidmat.
Rincian lulusan yang dikukuhkan terdiri dari 793 lulusan sarjana, tujuh lulusan profesi dokter, 55 lulusan magister, dan satu lulusan doktor. Capaian akademik ini menjadi catatan penting bagi penguatan mutu pendidikan tinggi di wilayah timur Indonesia.
Dalam sambutannya, Rektor Unkhair Prof. Dr. Abdullah W. Jabid, SE., MM mengingatkan para wisudawan bahwa gelar akademik yang diraih harus diiringi dengan integritas dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan. Ia juga mendorong lulusan untuk berani memanfaatkan ilmunya, bukan sekadar menunggu peluang yang ada.
"Wisuda bukanlah akhir dari proses belajar. Hari ini merupakan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Jangan hanya menunggu peluang, tetapi ciptakanlah peluang," ujar Prof. Abdullah di hadapan para wisudawan.
Prof. Abdullah menambahkan, ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan harus mampu menjadi solusi bagi masyarakat. Ia menekankan pentingnya kontribusi nyata lulusan dalam membuka lapangan kerja dan memperkuat ekonomi masyarakat, khususnya di Maluku Utara.
Di tengah prosesi wisuda, Rektor memaparkan sejumlah pencapaian signifikan Unkhair hingga Agustus 2026. Kampus yang dikenal dengan julukan Kampus Berdampak ini telah mencatatkan 71 prestasi mahasiswa sepanjang tahun 2026, yang terdiri dari 40 prestasi nasional dan enam prestasi internasional.
Dari sisi kualitas akademik, Unkhair kini memiliki tujuh program studi berakreditasi Unggul. Terbaru, Prodi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) meraih akreditasi Unggul pada Juli 2026. Pengakuan ini menjadi bukti peningkatan berkelanjutan mutu pendidikan di kampus tersebut.
Penguatan sumber daya manusia juga menjadi perhatian serius. Unkhair menambah 10 doktor baru, sehingga jumlah dosen berkualifikasi doktor mencapai 262 orang atau sekitar 33 persen dari total dosen. Angka ini telah melampaui target nasional sebesar 32 persen, meski universitas masih menargetkan peningkatan hingga standar minimal 40 persen.
Prof. Abdullah menegaskan bahwa penguatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian akan terus dikembangkan dengan berakar pada karakter kepulauan, kemajemukan, dan kearifan lokal Maluku Utara. "Semangat Kampus Berdampak, Unkhair harus hadir semakin nyata. Ilmu yang dihasilkan memberi solusi, lulusan memberi manfaat, dan kemitraan memberi kemajuan bagi masyarakat," katanya.
Momen haru mewarnai prosesi wisuda ketika Unkhair memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum Riski Yasim, S.T, yang wafat sebelum mengikuti wisuda. Gelar akademiknya diserahkan secara simbolis kepada orang tua sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan akademik almarhum selama menempuh pendidikan.
Rapat senat terbuka ini turut dihadiri Bupati Halmahera Tengah Ikram M Sangadji, Sekretaris Daerah Kota Ternate Rizal Marsaoly, Wakil Bupati Halmahera Utara Kasman Hi. Ahmad, serta Ketua DPD Partai Gerindra Maluku Utara Sahril Thahir. Kehadiran para pejabat daerah ini menunjukkan sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam memajukan pendidikan di Maluku Utara.