MALUKU UTARA — Pembersihan material tanah berpasir dan bebatuan yang menutup total badan jalan di KM 4+350 itu berlangsung bertahap sejak awal pekan. Pada hari pertama, jalur hanya bisa dilewati kendaraan roda dua, sebelum akhirnya dibuka penuh untuk seluruh jenis kendaraan pada Kamis, 20 Agustus 2026.
Berdasarkan pantauan Tim Bidang Komunikasi Kebencanaan BNPB, seluruh badan jalan di titik longsor sudah terbuka dan aktivitas transportasi mulai kembali normal. Meski begitu, pekerjaan lapangan belum sepenuhnya usai.
Material sisa longsoran yang menumpuk di bagian atas lereng masih dibersihkan secara hati-hati. Gempa susulan berkekuatan M 6,0 yang mengguncang wilayah tersebut Kamis siang selama sekitar 10 detik sempat menghentikan seluruh operasional alat berat demi keselamatan petugas.
Potensi runtuhan baru ke badan jalan masih mengintai selama aktivitas seismik belum mereda. Kondisi ini yang membuat pengguna jalan diminta tetap waspada meski akses utama penghubung Ende dan Nagekeo tersebut sudah bisa dilalui.
Terbukanya kembali Trans Flores membuat distribusi logistik dan mobilitas warga antara Ende dan Nagekeo berangsur normal. Selain membersihkan badan jalan, tim gabungan juga memulihkan jalur kabel serat optik yang ikut terputus akibat tertimbun material longsor.
Gangguan komunikasi di koridor Ende-Nagekeo yang sempat terjadi pascagempa kini berangsur teratasi seiring selesainya perbaikan infrastruktur telekomunikasi tersebut.
Tahap selanjutnya diarahkan pada penguatan struktur tebing untuk mengantisipasi longsor susulan. BPJN NTT juga tengah memetakan kebutuhan revitalisasi infrastruktur di titik-titik rawan di sepanjang jalur tersebut.
Dengan jalur yang kembali terbuka, aktivitas masyarakat diharapkan pulih sepenuhnya dalam beberapa hari ke depan. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat kondisi di sekitar lokasi masih dalam tahap penanganan pascabencana.