MALUKU UTARA — Erajaya Digital resmi menggandeng CMF untuk menghadirkan Clip Pro ke pasar Indonesia. Earbuds open-ear ini mencoba menjawab kebutuhan pengguna yang ingin mendengar musik tanpa menutup telinga sepenuhnya, sehingga tetap sadar dengan lingkungan sekitar. Kami mengulasnya dari sisi spesifikasi, posisi pasar, dan apakah fitur yang ditawarkan sepadan dengan banderolnya.
CMF mengandalkan 3-Point Clip Design agar earbuds bisa menempel stabil di daun telinga. Bobot 5,9 gram per earbud memang terdengar menjanjikan untuk pemakaian lama, dan desain open-ear-nya membuat telinga tidak terasa tersumbat. Namun, kenyamanan desain klip sangat subjektif—bentuk daun telinga tiap orang berbeda, jadi klaim "stabil" ini perlu diuji langsung sebelum memutuskan membeli.
Dengan sertifikasi IP54, earbuds ini aman dari percikan air dan debu ringan. Cocok untuk aktivitas harian seperti commuting atau olahraga ringan, tapi jangan berharap bisa dipakai berenang atau di tengah hujan deras.
CMF membekali Clip Pro dengan driver 10,8 mm Dual-Magnet Dynamic Driver dan Ultra Bass Technology. Kombinasi ini dirancang untuk menghasilkan bass yang lebih berisi, sementara dukungan Hi-Res Audio dan codec LDAC menjanjikan detail yang lebih tinggi—asalkan sumber audionya kompatibel dan kamu menggunakan perangkat Android yang mendukung LDAC.
Perlu dicatat, desain open-ear secara fisik tidak bisa menghasilkan isolasi suara seperti earbuds in-ear. Kebocoran suara juga tetap ada meskipun CMF menyematkan Sound Seal System untuk meminimalkannya. Jadi ekspektasi terhadap kualitas bass dan detail suara harus disesuaikan: ini bukan pengganti TWS in-ear premium untuk audiofil yang mendengarkan di ruangan tenang.
Untuk komunikasi, Clip Pro dilengkapi empat HD microphone dengan VPU-powered Clear Voice Technology. Teknologi ini membantu menyaring suara sekitar saat menelepon di tempat ramai. Fitur ini cukup relevan untuk pengguna yang sering bekerja dari luar ruangan atau melakukan meeting virtual di kafe.
Dari sisi konektivitas, earbuds ini sudah mendukung Bluetooth 5.4, Dual Device Connection, Google Fast Pair, dan Microsoft Swift Pair. Dual connection menjadi fitur yang paling berguna untuk pengguna yang sering berpindah antara smartphone dan laptop—tidak perlu repot memutus dan menyambungkan koneksi manual.
Klaim daya tahan baterai mencapai 10 jam untuk earbuds, dan total 32,5 jam dengan charging case. Angka ini cukup solid untuk kelas open-ear, meskipun perlu diingat bahwa durasi sebenarnya akan berkurang jika volume tinggi atau menggunakan codec LDAC yang lebih boros daya.
Charging case-nya punya fitur Smart Dial yang memungkinkan kontrol volume atau penggantian lagu tanpa menyentuh earbuds. Ini nilai tambah yang jarang ditemui di kelas harga yang sama, dan membuat pengoperasian lebih praktis.
CMF Clip Pro adalah pilihan menarik bagi pengguna yang memprioritaskan kenyamanan dan kesadaran lingkungan saat mendengarkan audio—misalnya untuk olahraga, bekerja di ruang terbuka, atau sekadar tidak suka sensasi earbuds yang menyumbat telinga. Dukungan LDAC dan baterai 32,5 jam menjadi nilai jual utama di harga Rp1.699.000.
Namun, jika kamu mencari kualitas suara terbaik di kelas harga yang sama dan tidak masalah dengan earbuds in-ear, ada banyak kompetitor dengan isolasi yang lebih baik. Clip Pro bukan untuk audiofil yang mendengarkan musik secara kritis di ruangan hening—ini untuk mereka yang butuh audio sebagai teman aktivitas, bukan fokus utama.