Pencarian

Review Tablet untuk Sekolah: 5 Kelebihan, 4 Kekurangan yang Wajib Orang Tua Tahu

Sabtu, 22 Agustus 2026 • 16:32:01 WIB
Review Tablet untuk Sekolah: 5 Kelebihan, 4 Kekurangan yang Wajib Orang Tua Tahu
Seorang siswa menggunakan tablet untuk mengakses materi pembelajaran digital di kelas.

MALUKU UTARA — Memutuskan membelikan tablet untuk anak sekolah bukan sekadar soal tren. Perangkat ini memang lebih praktis dibawa ke sekolah daripada laptop, dan siswanya pun sudah terbiasa menggunakannya. Namun, tablet bukan sekadar komputer mini. Ada perbedaan mendasar yang menentukan apakah perangkat ini benar-benar membantu atau malah menghambat belajar.

Berdasarkan pengalaman menguji puluhan tablet selama bertahun-tahun, termasuk mencoba mengganti laptop dengan iPad Pro untuk pekerjaan harian, saya bisa bilang jawabannya tidak selalu hitam-putih. Berikut rincian kelebihan dan kekurangan tablet untuk kebutuhan sekolah.

Kelebihan: Bobot Ringan dan Baterai Tahan Seharian

Faktor bentuk tablet memang sulit dikalahkan. Anak bisa memasukkannya ke ransel tanpa berpikir dua kali karena bodinya yang tipis dan ringan. Sebagian besar model kelas menengah juga mampu bertahan satu hari penuh sekolah dalam sekali charge, dan langsung siap dipakai begitu dibuka dari mode standby.

Kemudahan ini sangat terasa untuk anak usia sekolah dasar yang belum butuh perangkat rumit.

Kelebihan: Lebih Intuitif untuk Tugas Visual dan Interaktif

Membaca buku digital, memberi anotasi PDF dengan stylus, menonton video pembelajaran singkat, atau mengerjakan lembar kerja interaktif terasa natural di tablet. Banyak sekolah sudah memakai platform seperti Google Classroom yang kompatibel dengan perangkat ini.

Jika anak perlu membuat sketsa, memotret catatan, atau menyelesaikan soal interaktif, tablet dengan stylus yang mumpuni sering terasa lebih responsif dibanding laptop tradisional.

Kelebihan: Harga Lebih Murah, Tapi Bukan Berarti Totalnya Murah

Tablet kelas menengah yang dipasangkan dengan keyboard case kadang lebih murah daripada laptop budget. Selain itu, lebih sedikit komponen yang bisa rusak atau perlu diperbarui. Untuk siswa yang kebutuhannya sebatas membaca, riset, menulis ringan, dan aplikasi sekolah, tablet sudah mencakup banyak hal.

Namun, waspadai biaya tersembunyi. Keyboard case seperti Magic Keyboard milik Apple dan stylus bisa menggerus keunggulan harga awal tablet. Pastikan anggaran sudah termasuk aksesori ini sebelum memutuskan.

Kekurangan: Tetap Lambat untuk Tugas Berat

Menulis makalah panjang, mengolah spreadsheet, coding, atau membuka banyak aplikasi sekaligus tetap terasa lebih sulit di tablet dibanding laptop. Bahkan dengan keyboard terpasang, manajemen file dan multitasking terasa terbatas. Jika pekerjaan rumah anak banyak melibatkan aktivitas ini, tablet justru akan memperlambat.

Kekurangan: Kompatibilitas Software Sekolah yang Belum Tentu Lancar

Tidak semua platform ujian atau software sekolah mendukung tablet dengan baik. Beberapa di antaranya mensyaratkan browser atau ekstensi tertentu yang hanya berfungsi optimal di laptop. Sebelum membeli, cek dulu ekosistem digital yang dipakai sekolah anak.

Kekurangan: Distraksi Lebih Besar dan Pengawasan Lebih Sulit

Godaan untuk membuka game, YouTube, atau media sosial jauh lebih besar di tablet. Bentuknya yang ringkas membuat anak lebih mudah menyembunyikan aktivitas tersebut dibanding saat memakai laptop. Jika tidak diatur, waktu tidur dan fokus belajar bisa terganggu.

Alternatif Laptop di Harga yang Sama

Jika kekurangan di atas terdengar seperti masalah besar untuk anak Anda, pertimbangkan laptop. Dell XPS 13 (2026) dengan layar sentuh 13,4 inci dan prosesor Intel Core Series 3 dibanderol USD 699 (sekitar Rp 11,2 juta). Pilihan lain, MacBook Neo dengan chip A18 Pro dan RAM 8GB juga dijual di harga yang sama.

Kesimpulan: Kapan Tablet Layak Dibeli?

Tablet adalah alat yang fantastis, tetapi hanya jika cocok dengan cara belajar anak dan tuntutan sekolahnya. Untuk anak yang lebih muda dengan banyak aktivitas membaca dan pelajaran interaktif, tablet adalah pilihan tepat. Untuk pelajar yang lebih tua dengan tugas menulis panjang atau software berat, laptop tetap lebih bijak.

Jika tetap memilih tablet, lengkapi dengan keyboard case yang bagus, aktifkan kontrol orang tua, dan buat aturan jelas kapan perangkat ini untuk belajar dan kapan untuk hiburan.

Follow kabarternate.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: tomsguide.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks