MALUKU UTARA — Kesepakatan ini menggabungkan jaringan klinik Berry Street yang mencakup 2.000 fasilitas dengan platform digital Healthify. Di AS, layanan akan memakai merek Berry Street, sementara di India dan pasar lain tetap menggunakan nama Healthify. Healthify tercatat telah mengantongi pendanaan lebih dari US$150 juta (setara Rp 2,4 triliun) menurut Crunchbase.
Berry Street sendiri mengumpulkan US$50 juta (setara Rp 825 miliar) tahun lalu dari Northzone, Sofina, dan FJ Labs. Startup ini mengklaim telah melayani 200.000 orang melalui kerja sama dengan Amazon, Walmart, dan platform lain. Layanan unggulannya mencakup coaching nutrisi berbasis AI dan pelacakan makanan yang ditanggung asuransi.
Healthify membawa pengalaman melayani 45 juta pelanggan lewat aplikasi yang menggabungkan AI dan pelatih kebugaran manusia. Tahun lalu, perusahaan ini berekspansi ke AS dan mulai menawarkan program berbantuan GLP-1 di India. Pasca-merger, pengguna Berry Street akan mendapat akses ke platform AI Healthify, sementara pengguna Healthify di AS bisa memanfaatkan jaringan klinik Berry Street.
Integrasi ini menjawab kebutuhan pasien GLP-1 yang butuh pendampingan nutrisi harian. Obat golongan ini terbukti efektif menurunkan berat badan, tetapi memerlukan pengawasan pola makan ketat untuk meminimalkan efek samping. Kombinasi klinik fisik dan aplikasi digital menjadi pembeda di tengah ramainya aplikasi diet konvensional.
Vashisht menegaskan misi Healthify untuk menghadirkan ahli gizi di kantong setiap orang. "Kami telah membuktikan bahwa AI bisa mendorong perubahan hidup dalam skala besar. Berry Street memberi kami tulang punggung klinis dan infrastruktur cakupan untuk mewujudkan janji itu di pasar AS," ujarnya dalam siaran pers.
Vinod Khosla, pendiri Khosla Ventures yang menjadi investor awal Healthify, menilai kombinasi AI dan jaringan klinisi akan mendefinisikan ulang perawatan metabolik. "Memberi setiap orang akses ke panduan nutrisi harian dan saran ahli diet," katanya. Pernyataan ini menegaskan arah perusahaan yang tidak hanya berhenti di obat, tetapi membangun ekosistem perawatan jangka panjang.
Bagi pasar Asia Tenggara, merger ini membuka peluang ekspansi Healthify ke wilayah yang belum tersentuh. Model bisnis ganda—klinik fisik di negara maju dan aplikasi digital di pasar berkembang—bisa menjadi cetak biru ekspansi regional. Belum ada keterangan resmi mengenai jadwal masuk ke Indonesia, tetapi infrastruktur teknologi Healthify telah mendukung bahasa dan pola makan Asia.