Kisah Sabaria Umahuk, dari Alumni Angkatan 1988 hingga Pimpin SMA Negeri 1 Ternate

Penulis: Fiqri Ramadhan  •  Rabu, 26 Agustus 2026 | 12:31:02 WIB
Sabaria Umahuk, alumni angkatan 1988, kini memimpin SMA Negeri 1 Ternate setelah menempuh karier panjang sebagai pendidik.

TERNATE — Sabaria Umahuk bukan nama baru di lingkungan pendidikan Maluku Utara. Sebelum dipercaya memimpin SMA Negeri 1 Kota Ternate, ia menempuh karier panjang yang dimulai dari bangku sekolah yang sama, lulus sebagai alumni angkatan 1988.

Setelah menyelesaikan pendidikan menengah di Ternate, ia melanjutkan studi S1 Bahasa Inggris di Universitas Pattimura, Ambon. Pada 1998, Sabaria lolos seleksi guru dan memulai tugas pertamanya di SMA Negeri 2 Kota Ternate. Di sana, namanya mulai mencuat setelah meraih nilai terbaik tingkat Maluku Utara dalam tes TOEIC pada 2003.

Beasiswa Pascasarjana di UI Hingga Pelatihan ke Australia

Karier akademiknya menanjak ketika ia memperoleh beasiswa dari Kementerian melalui lembaga yang kini dikenal sebagai Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik) pada 2004 hingga 2006. Beasiswa tersebut membawanya menyelesaikan pendidikan pascasarjana di Universitas Indonesia (UI), Jakarta.

Sepulang dari Jakarta, ia kembali mengajar di SMA Negeri 2 Ternate. Prestasinya sebagai pendidik terus berlanjut. Ia dinobatkan sebagai guru berprestasi tingkat Provinsi Maluku Utara dan mewakili daerahnya dalam ajang serupa di tingkat nasional pada 2017.

Kesempatan mengembangkan diri datang lagi pada 2008. Sabaria terpilih mengikuti teacher training dan short course selama satu bulan di Brisbane, Australia. Pengalaman itu menjadi modal berharga sebelum akhirnya ia dimutasi ke SMA Negeri 1 Kota Ternate pada akhir tahun yang sama.

Alasan Dimutasi ke SMA Negeri 1 Ternate

Kepindahan Sabaria ke SMA Negeri 1 Ternate bukan tanpa alasan. Saat itu, sekolah tengah menerapkan program Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) yang membutuhkan tenaga pengajar Bahasa Inggris berpengalaman.

“Ketika itu SMA 1 sedang menerapkan program RSBI. Administrasi pembelajaran untuk mata pelajaran MIPA, Matematika dan IPA, dibuat dalam dua bahasa, yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris,” ungkap Sabaria saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (25/08/2026).

Membina Tim Debat Hingga Mengantarkan Siswa Kuliah dengan Beasiswa Penuh

Selain mengajar, Sabaria juga dipercaya membina siswa dalam bidang pidato dan debat Bahasa Inggris. Hasilnya, tim debat SMA Negeri 1 Ternate rutin mewakili Maluku Utara di kompetisi tingkat nasional. Sejumlah siswa binaannya bahkan berkesempatan mengikuti program internasional di Malaysia dan Jepang.

“Yang membanggakan, banyak anak-anak kami yang memperoleh beasiswa penuh 100 persen untuk kuliah selama empat tahun di Universitas Bakrie,” katanya.

Banyak alumni sekolah ini yang kini tercatat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi ternama di Indonesia, termasuk Universitas Indonesia dan Universitas Bakrie.

Perjalanan panjang dari bangku sekolah, ruang kelas, hingga kursi kepemimpinan kini menjadi bekal utama Sabaria untuk terus mendorong kemajuan SMA Negeri 1 Ternate.

Reporter: Fiqri Ramadhan
Sumber: jurnalone.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top