MALUKU UTARA — Upaya pemerataan listrik di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara memasuki babak baru. Setelah berhasil menyambungkan listrik 24 jam ke Desa Senambah dan Desa Mulupan di Kutai Timur, PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UID Kaltimra) kini menggarap perluasan akses ke 168 desa lainnya.
General Manager PLN UID Kaltimra, Muchamad Chaliq Fadli, mengungkapkan total jaringan yang akan dibangun melebihi 1.300 kilometer. Rinciannya, 875,36 kilometer JTM, 486,62 kilometer jaringan tegangan rendah (JTR), dan 220 unit gardu distribusi.
Chaliq menegaskan bahwa membangun jaringan di Kalimantan bukan pekerjaan mudah. Bentang alam yang luas, jarak antarpemukiman yang berjauhan, serta akses mobilisasi material menjadi hambatan utama di lapangan.
"Namun, berbagai tantangan tersebut tidak menghentikan upaya PLN untuk terus memperluas jangkauan layanan," ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (29/8/2026).
Bagi PLN, proyek ini bukan sekadar urusan teknis panjangnya kabel atau jumlah gardu. Chaliq menekankan makna yang lebih dalam dari setiap infrastruktur yang dibangun.
"Di balik setiap kilometer jaringan yang dibangun, ada masyarakat yang menantikan hadirnya listrik. Ada anak-anak yang membutuhkan penerangan untuk belajar, keluarga yang ingin menjalankan aktivitas dengan lebih leluasa, dan desa yang memiliki potensi untuk berkembang," jelas Chaliq.
Kehadiran listrik diharapkan mendorong aktivitas ekonomi warga, mulai dari usaha kecil hingga kegiatan sosial masyarakat yang selama ini terhambat keterbatasan energi.
Sampai Juli 2026, rasio elektrifikasi PLN di Kalimantan Timur mencapai 95,87 persen dengan rasio desa berlistrik 93,06 persen. Sementara di Kalimantan Utara, rasio elektrifikasi PLN sudah lebih tinggi, yakni 99,17 persen, namun rasio desa berlistriknya baru 81,95 persen.
Angka ini menunjukkan masih ada pekerjaan rumah yang menanti, terutama di wilayah pedalaman yang sulit diakses. PLN mengakui pemerataan listrik tidak bisa dikerjakan sendiri.
"Kami menyadari bahwa pemerataan listrik tidak dapat dilakukan sendiri. Dukungan pemerintah dan masyarakat sangat penting, baik dalam proses pembangunan maupun dalam memastikan infrastruktur yang telah dibangun dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan," tambah Chaliq.
Dengan kolaborasi tersebut, PLN optimistis target menjangkau desa-desa yang tersisa dapat tercapai, membuka ruang tumbuh bagi masyarakat yang selama ini belum menikmati listrik.