TERNATE — Pengprov PELTI Maluku Utara memastikan arah pembinaan tenis daerah akan berfokus pada regenerasi atlet muda dan perbaikan infrastruktur. Hal ini mengemuka dalam Rakerprov yang dihadiri perwakilan pengurus cabang (Pengcab) dari berbagai kabupaten dan kota se-Maluku Utara.
Mansur Sangaji, Sekretaris Umum KONI Maluku Utara, saat membuka kegiatan menegaskan bahwa pengurus tidak boleh terjebak pada agenda seremonial. Ia meminta program kerja yang disusun harus realistis namun progresif, dengan terobosan nyata dalam sistem kompetisi lokal.
"Kepada pengurus PELTI kami imbau untuk tidak hanya fokus pada agenda rutin, serimonial, melainkan juga melahirkan terobosan baru dalam sistem kompetisi lokal guna mengasah mental bertanding para atlet," ujar Mansur.
KONI Malut menilai hasil kejuaraan sebelumnya belum dievaluasi secara menyeluruh. Padahal, data tersebut menjadi modal utama untuk membenahi sistem pelatihan agar tenis Maluku Utara mampu bersaing di kancah nasional.
Mansur menekankan pentingnya pemetaan potensi atlet lokal yang selama ini belum tersentuh pembinaan intensif. Tanpa pendataan yang akurat, bakat-bakat muda di daerah rawan terabaikan.
Salah satu sorotan utama dalam Rakerprov adalah perlunya kompetisi berkesinambungan di tingkat pelajar. KONI Malut mendorong setiap daerah menggelar turnamen rutin sebagai wadah mencari bibit unggul.
Menurut Mansur, tanpa kompetisi yang terstruktur, sulit bagi atlet muda Maluku Utara untuk berkembang hingga level profesional. Regenerasi harus dimulai dari jenjang usia dini di masing-masing kabupaten dan kota.
Persoalan fasilitas juga menjadi perhatian serius dalam rapat kerja ini. Pengprov PELTI Malut didorong aktif berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk revitalisasi infrastruktur olahraga.
Ketersediaan lapangan dengan standar yang memadai dinilai krusial untuk menunjang kualitas latihan atlet sekaligus mendongkrak minat masyarakat terhadap olahraga tenis.
"Ketua Umum dan jajaran pengurus KONI Maluku Utara memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Rakerprov ini, dan terus berkordinasi serta berkolaborasi untuk mewujudkan prestasi Olahraga di Maluku Utara," ucap Mansur.
Rakerprov ini menjadi momentum bagi Pengprov PELTI Malut untuk merumuskan langkah konkret. Seluruh pengcab diharapkan membawa hasil keputusan ke daerah masing-masing untuk dieksekusi, bukan sekadar menjadi dokumen administrasi.