MALUKU UTARA — PT Pertamina Patra Niaga resmi menyesuaikan harga jual untuk tiga produk BBM non-subsidi: Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Penyesuaian ini mengacu pada formula pemerintah dengan mempertimbangkan harga minyak mentah dunia, nilai tukar rupiah, pajak, dan daya beli masyarakat.
Untuk wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, kenaikannya cukup signifikan. Pertamax Turbo (RON 98) naik dari Rp 18.300 menjadi Rp 19.600 per liter.
Kenaikan ini langsung terasa di kantong, terutama untuk pengguna diesel komersial yang mengandalkan Dexlite atau Pertamina Dex untuk operasional harian.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menjelaskan bahwa penyesuaian ini dilakukan dengan memperhatikan keekonomian dan kondisi sosial masyarakat.
"Penyesuaian harga dilakukan hanya sebagian produk BBM Non Subsidi yaitu Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite, sedangkan produk BBM Non Subsidi lainnya seperti Pertamax 92 dan Pertamax Green 95 tidak mengalami penyesuaian harga," kata Kitty dalam keterangan tertulisnya.
Artinya, dua produk yang paling populer di kalangan pengguna kendaraan bermesin bensin — Pertamax dan Pertamax Green — tidak ikut naik.
Harga BBM di luar Jawa-Bali-Nusa Tenggara berbeda-beda. Berikut rincian untuk wilayah Sumatera:
Harga di wilayah Sumatera secara konsisten lebih mahal dibanding Jawa, dengan selisih berkisar Rp 400–Rp 1.000 per liter untuk produk yang sama.
Pertamina menerapkan harga khusus untuk DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur dengan nominal yang sama: Pertamax Rp 15.950, Pertamax Turbo Rp 19.600, Dexlite Rp 23.700, dan Pertamina Dex Rp 25.200.
Harga di Bali mengikuti pola yang sama dengan Jawa. Sayangnya, data rinci untuk wilayah Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua belum dipublikasikan secara lengkap dalam pengumuman resmi kali ini.
Kenaikan ini tidak menyentuh Pertalite dan Biosolar yang tetap di angka Rp 10.000 dan Rp 6.800. Namun perlu dicatat, kenaikan harga BBM non-subsidi biasanya diikuti oleh sektor logistik dan transportasi, yang pada gilirannya bisa berdampak pada harga barang kebutuhan pokok.
Untuk pemilik kendaraan diesel, selisih Rp 4.000 per liter untuk Dexlite artinya tambahan biaya Rp 200.000 per 50 liter setiap kali pengisian penuh. Kalkulasi ini penting sebelum memutuskan tetap menggunakan produk tersebut atau mempertimbangkan alternatif lain.
Pengguna Pertamax Turbo juga harus siap merogoh kocek lebih dalam, terutama mereka yang mengandalkan performa mesin untuk aktivitas harian atau perjalanan jarak jauh.