5 Wisata Pesisir Morotai di Luar Dodola: dari Ekosistem Mangrove Metita hingga Spot Selancar Moro Ma Doto

Penulis: Edi Wahyono  •  Rabu, 02 September 2026 | 14:55:31 WIB
Wisatawan berjalan menyusuri garis pantai Metita, kawasan pesisir tenang di Pulau Morotai yang menawarkan panorama laut menyatu dengan lanskap tropis.

MOROTAI — Jauh sebelum wisatawan ramai mengunjungi Pulau Dodola, pesisir Morotai sebenarnya telah menyimpan kekayaan ekosistem yang jarang dieksplorasi. Metita adalah salah satunya. Kawasan ini menawarkan ketenangan berbeda; panorama lautnya menyatu dengan lanskap tropis tanpa hiruk-pikuk pengunjung, cocok untuk mereka yang ingin menikmati Morotai secara lebih privat.

Metita: Pesisir Tenang untuk Menepi

Metita berada di wilayah pesisir Pulau Morotai. Berbeda dengan Dodola yang ramai, kawasan ini mengandalkan suasana hening dan alam yang masih alami. Wisatawan yang datang biasanya memanfaatkan waktu untuk sekadar berjalan menyusuri garis pantai atau menikmati senja tanpa gangguan.

Moro Ma Doto: Satu Titik untuk Snorkeling, Selancar, dan Gua

Perjalanan dari Metita dapat dilanjutkan ke Moro Ma Doto. Destinasi ini mengusung konsep wisata alam yang menyatukan penginapan dengan lingkungan sekitar. Pengunjung tidak akan kehabisan aktivitas; snorkeling, diving, memancing, hingga berselancar tersedia di sini.

Bagi penjelajah darat, terdapat air terjun dan gua yang bisa dieksplorasi. Moro Ma Doto menjadi pilihan tepat bagi wisatawan yang menginginkan satu lokasi dengan banyak kegiatan tanpa harus berpindah-pindah tempat.

Pulau Kokoya dan Tabailenge: Spot Bawah Laut yang Sepi

Bagi perenang yang mencari ketenangan, Pulau Tabailenge bisa menjadi alternatif. Pantai ini berada di sekitar Desa Bere-Bere dengan pasir putih dan perairan jernih. Akses menuju lokasi menggunakan perahu masyarakat setempat, yang justru menambah kesan eksklusif.

Sementara itu, Pulau Kokoya dikenal dengan spot snorkeling-nya. Meski tidak sepopuler Dodola, keindahan terumbu karang di sekitar perairannya disebut tak kalah menarik.

Pulau Kolorai: Menyatu dengan Kehidupan Desa Wisata

Pengalaman berbeda ditawarkan Pulau Kolorai. Wisatawan tidak hanya berjemur di pantai, tetapi juga bisa mengamati aktivitas masyarakat di desa wisata setempat. Ini menjadi daya tarik tersendiri bagi mereka yang ingin mengenal Morotai tidak hanya dari sisi geografis, tetapi juga sosial-budayanya.

Peninggalan Perang Dunia II: Daya Tarik di Bawah dan Atas Laut

Morotai menyimpan memori sejarah yang kuat sebagai kawasan strategis Perang Dunia II. Di bawah permukaan laut, para penyelam dapat menemukan bangkai kapal dan pesawat yang menjadi terumbu karang buatan bagi ikan. Museum Perang Dunia II, Army Dock, dan Landasan Pitu menjadi pengingat di daratan bahwa pulau ini pernah menjadi saksi bisu konflik global.

Rangkaian destinasi tersebut membuat perjalanan di Morotai tidak berhenti pada satu titik. Dari Metita yang tenang, Moro Ma Doto yang atraktif, Dodola yang ikonik, hingga kawasan sejarah, setiap lokasi memiliki karakternya sendiri untuk dijelajahi.

Reporter: Edi Wahyono
Sumber: cermat.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top