MOROTAI — Jauh sebelum wisatawan ramai mengunjungi Pulau Dodola, pesisir Morotai sebenarnya telah menyimpan kekayaan ekosistem yang jarang dieksplorasi. Metita adalah salah satunya. Kawasan ini menawarkan ketenangan berbeda; panorama lautnya menyatu dengan lanskap tropis tanpa hiruk-pikuk pengunjung, cocok untuk mereka yang ingin menikmati Morotai secara lebih privat.
Metita berada di wilayah pesisir Pulau Morotai. Berbeda dengan Dodola yang ramai, kawasan ini mengandalkan suasana hening dan alam yang masih alami. Wisatawan yang datang biasanya memanfaatkan waktu untuk sekadar berjalan menyusuri garis pantai atau menikmati senja tanpa gangguan.
Perjalanan dari Metita dapat dilanjutkan ke Moro Ma Doto. Destinasi ini mengusung konsep wisata alam yang menyatukan penginapan dengan lingkungan sekitar. Pengunjung tidak akan kehabisan aktivitas; snorkeling, diving, memancing, hingga berselancar tersedia di sini.
Bagi penjelajah darat, terdapat air terjun dan gua yang bisa dieksplorasi. Moro Ma Doto menjadi pilihan tepat bagi wisatawan yang menginginkan satu lokasi dengan banyak kegiatan tanpa harus berpindah-pindah tempat.
Bagi perenang yang mencari ketenangan, Pulau Tabailenge bisa menjadi alternatif. Pantai ini berada di sekitar Desa Bere-Bere dengan pasir putih dan perairan jernih. Akses menuju lokasi menggunakan perahu masyarakat setempat, yang justru menambah kesan eksklusif.
Sementara itu, Pulau Kokoya dikenal dengan spot snorkeling-nya. Meski tidak sepopuler Dodola, keindahan terumbu karang di sekitar perairannya disebut tak kalah menarik.
Pengalaman berbeda ditawarkan Pulau Kolorai. Wisatawan tidak hanya berjemur di pantai, tetapi juga bisa mengamati aktivitas masyarakat di desa wisata setempat. Ini menjadi daya tarik tersendiri bagi mereka yang ingin mengenal Morotai tidak hanya dari sisi geografis, tetapi juga sosial-budayanya.
Morotai menyimpan memori sejarah yang kuat sebagai kawasan strategis Perang Dunia II. Di bawah permukaan laut, para penyelam dapat menemukan bangkai kapal dan pesawat yang menjadi terumbu karang buatan bagi ikan. Museum Perang Dunia II, Army Dock, dan Landasan Pitu menjadi pengingat di daratan bahwa pulau ini pernah menjadi saksi bisu konflik global.
Rangkaian destinasi tersebut membuat perjalanan di Morotai tidak berhenti pada satu titik. Dari Metita yang tenang, Moro Ma Doto yang atraktif, Dodola yang ikonik, hingga kawasan sejarah, setiap lokasi memiliki karakternya sendiri untuk dijelajahi.